Modi Desak Reformasi DK PBB dan Kesetaraan Peran Global South di KTT BRICS

PM India Narendra Modi berjabat tangan dengan Sekjen PBB di New Delhi, India, saat KTT ke-18 BRICS. (Anadolu Agency)

Modi Desak Reformasi DK PBB dan Kesetaraan Peran Global South di KTT BRICS

Willy Haryono • 12 September 2026 19:45

New Delhi: Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) serta partisipasi yang lebih setara dalam penyusunan aturan global.

Seruan itu disampaikan Modi dalam pidato pembukaan KTT BRICS di New Delhi, India, Sabtu, 12 September 2026. Ia menyebut BRICS kini berada pada momentum penting untuk semakin matang sebagai kelompok negara berkembang.

Modi menyoroti ketimpangan antara peran negara-negara Global South dalam menghadapi berbagai krisis dunia dan posisi mereka dalam pengambilan keputusan global.

“Hari ini, Global South berada di garis depan krisis global. Namun, mereka berada di barisan belakang dalam pengambilan keputusan,” kata Modi, dikutip dari Anadolu Agency.

Ia menyerukan perubahan dari sistem yang menurutnya dibangun berdasarkan privilese menjadi platform kemitraan. Menurut Modi, reformasi tata kelola global harus berfokus pada tiga aspek utama, yakni representasi, responsivitas, dan pembuatan aturan.

“Pertama, saya ingin mengatakan bahwa reformasi Dewan Keamanan PBB tidak dapat ditunda lagi,” tegasnya.

Modi mengatakan partisipasi yang setara diperlukan dalam menentukan aturan global di masa depan.

Dorong Peran Setara dalam Tata Kelola Ekonomi

Modi juga menekankan karakter BRICS yang mengedepankan penghormatan terhadap pandangan masing-masing anggota dan pengambilan keputusan berdasarkan konsensus.

“Kami tidak menentang siapa pun, tetapi berusaha bergerak maju dengan pemikiran untuk membawa semua pihak bersama-sama,” ujar Modi.

Ia menilai saat ini merupakan momentum bagi negara-negara BRICS untuk menerjemahkan persatuan dan kerja sama mereka di tingkat global menjadi hasil yang nyata.

Dalam bidang ekonomi, Modi turut menyerukan perubahan tata kelola lembaga keuangan internasional agar lebih mencerminkan kondisi ekonomi dunia saat ini.

Menurut dia, hak suara, posisi kepemimpinan, dan prioritas kebijakan dalam lembaga keuangan internasional harus didasarkan pada realitas ekonomi terkini.

“Negara-negara yang mempercepat pertumbuhan ekonomi global juga harus berperan dalam mengarahkan tata kelola ekonomi global,” katanya.

BRICS di Tengah Ketegangan Global

KTT BRICS di New Delhi dihadiri sejumlah pemimpin negara anggota, termasuk Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Pertemuan berlangsung ketika perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah berlangsung selama tujuh bulan. Di saat yang sama, perang Rusia-Ukraina juga telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Seruan Modi mengenai reformasi tata kelola global menjadi salah satu agenda penting dalam KTT BRICS, terutama ketika kelompok tersebut berupaya memperbesar peran negara-negara berkembang dalam sistem internasional.

Baca juga: KTT ke-18 BRICS: Putin Desak DK PBB Diperluas agar Lebih Representatif

(Willy Haryono)