Hari Ke-7, Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Tim SAR Gabungan terus mencari lima jurnalis dan tiga penumpang speedboat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Dok. Istimewa

Hari Ke-7, Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Achmad Zulfikar Fazli • 14 September 2026 09:29

Pandeglang: Tim SAR Gabungan terus mencari lima jurnalis dan tiga penumpang speedboat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sektor pencarian diperluas dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada.

“Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian secara terkoordinasi dengan membagi wilayah operasi ke dalam beberapa sektor, serta melibatkan unsur laut, udara, dan darat,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, dalam keterangan tertulis, Senin, 14 September 2026.

Penumpang speedboat yang masih dalam pencarian terdiri atas Warta, 55, selaku kapten kapal; Surakman, 60, ABK; Heriyanto, 49, guide; M. Bagus Khoirunnas, 28, jurnalis Antara; Ari Basuki, 52, jurnalis Merdeka; Yudhis, 43, jurnalis iNews; Daus, 42, jurnalis Anadolu; dan Donal, 51, pekerja lepas.
 


Pada pelaksanaan operasi SAR hari ketujuh, pencarian dimulai pukul 07.00 WIB dengan membagi wilayah operasi menjadi tujuh sektor. Yaitu, Sektor X seluas 831 NM², Sektor Z seluas 512 NM², Sektor V seluas 1.182 NM², Sektor W seluas 1.167 NM², Sektor U seluas 481 NM², Sektor Y seluas 413 NM², serta Sektor H seluas 2.063 NM².

Pencarian di masing-masing sektor melibatkan sejumlah unsur laut. Di antaranya, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Leuser, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta sejumlah kapal patroli lainnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad. Dok. Istimewa

Selain pencarian melalui jalur laut, operasi SAR didukung unsur udara berupa helikopter HR 3604 dan dua drone thermal Basarnas. Dukungan darat melibatkan personel serta sarana prasarana dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan berbagai potensi SAR lainnya.

Operasi pencarian dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi cuaca di wilayah perairan Selat Sunda. Berdasarkan laporan rencana operasi, cuaca berawan, angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10–20 knot, serta tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter.

Amrad menegaskan keselamatan seluruh personel tetap menjadi perhatian utama selama pelaksanaan operasi. “Kami juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar upaya pencarian terhadap delapan korban ini dapat segera membuahkan hasil,” ujar Amrad.

(Achmad Zulfikar Fazli)