Medan perbukitan yang curam di kawasan Gunung Bromo yang terbakar. (Metro TV/ Rudi Ulhaq)
Medan Curam Jadi Kendala Pemadaman Kebakaran Gunung Bromo
Rudi UIhaq • 12 September 2026 13:15
Probolinggo: Upaya pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, hingga kini belum sepenuhnya membuahkan hasil. Medan perbukitan yang curam menjadi salah satu kendala utama tim gabungan dalam menjangkau titik api.
"Medan saat ini karena sangat curam kita hentikan dulu, kita geser lebih landai," kata Anggota Koramil Sukapura, Sertu Wahyudi, di Probolinggo, Sabtu, 12 September 2026.
Kemiringan lereng di kawasan Gunung Kursi, sisi timur Kaldera Bromo, bahkan mencapai sekitar 90 derajat. Kondisi ini membuat petugas harus ekstra hati-hati saat mendekati kobaran api.
"Kita kemiringan sampai 90 derajat kita tunggu update yang turun dulu," ungkap Wahyudi.
Dalam kondisi tertentu, petugas terpaksa ditarik mundur untuk menghindari risiko keselamatan. Sementara pemadaman melalui udara menggunakan helikopter water bombing belum optimal akibat terkendala kabut tebal.
"Kita geser ke Lembah Watangan karena api di sana sudah mulai turun," ujar Wahyudi.

Kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. (Metro TV/ Rudi UIhaq)
Kebakaran yang mulai terjadi sejak Kamis petang itu masih merembet dan membakar vegetasi kering di kawasan Savana Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Untuk menghentikan laju api, tim gabungan terus melakukan pemadaman secara manual. Petugas harus naik turun perbukitan untuk menjangkau sejumlah titik api yang masih menyala.
Vegetasi yang tebal dan kering membuat api lebih cepat menjalar. Pemadaman manual menjadi salah satu cara yang dinilai efektif, terutama di lokasi yang masih dapat dijangkau petugas.
Namun, kondisi medan dan perubahan arah asap menjadi tantangan tersendiri. Petugas harus membaca situasi sebelum menentukan titik pemadaman.
Kondisi kebakaran kembali memburuk pada Sabtu dini hari. Kobaran api terlihat membesar di sejumlah titik. Sejumlah petugas bahkan harus bermalam di kawasan tersebut untuk berjaga dan memastikan api tidak terus merembet ke bagian bawah savana.
Pemadaman masih dilakukan dengan menyesuaikan kondisi medan dan cuaca. Tim gabungan memprioritaskan titik yang dapat dijangkau, sembari memantau pergerakan api di kawasan yang sulit ditembus.