Parigi Moutong Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Selama 14 Hari

Warga dan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong bergotong royong memperbaiki pipa jaringan air bersih di Desa Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara yang terdampak banjir. ANTARA/HO-Humas BPBD Parigi Moutong

Parigi Moutong Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Selama 14 Hari

Silvana Febiari • 11 September 2026 18:23

Parigi Moutong: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memperpanjang status tanggap darurat banjir bandang selama 14 hari ke depan. Perpanjangan tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis.

"Melalui pertimbangan teknis pemerintah daerah (pemda) melalukan perpanjangan status tanggap darurat di dua wilayah terdampak banjir di Kecamatan Parigi Utara dan Kasimbar," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai, dilansir dari Antara, Jumat, 11 September 2026. 

Status tanggap darurat di Kasimbar yang berakhir pada Jumat, 11 September diperpanjang hingga 25 September 2026. Sementara itu, status tanggap darurat di Parigi Utara yang berakhir pada 8 September diperpanjang hingga 22 September 2026.


Perpanjangan dilakukan karena sejumlah infrastruktur masih membutuhkan penanganan. Pekerjaan tersebut meliputi perbaikan jaringan air bersih, pemasangan geobag di bantaran sungai, serta normalisasi sungai.

"Kegiatan percepatan pemulihan bencana kami kerjakan secara kolaborasi bersama masyarakat setempat," ujarnya.

Khusus geobag, BPBD memasang wadah tersebut sepanjang 500 meter di sungai Desa Laemanta, Kecamatan Kasimbar. Termasuk pemasangan pipa jaringan air bersih.

"Saat ini di Desa Laemanta, kami membantu menyuplai air bersih untuk warga menggunakan mobil tanki, di desa itu jaringan air bersih belum berfungsi karena masih pekerjaan rehabilitasi intek di bagian hulu sungai akibat dampak banjir," tutur Rivai.


Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parigi Moutong bersama warga meninjau kondisi jaringan pipa air bersih di bantaran sungai yang rusak di hantam banjir di sungai Desa Laemanta, Kecamatan Kasimbar. ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong


Desa Laemanta merupakan salah satu wilayah terdampak parah banjir pada 28 Agustus lalu. Penanganan membutuhkan waktu yang panjang untuk pemulihan.

Hal yang sama juga di Desa Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara. Saat ini, tim BPBD dan warga setempat sedang melakukan perbaikan jaringan air bersih.

"Posko induk dan dapur umum telah selesai, karena warga yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing," ucapnya.

(Silvana Febiari)