Ledakan Petasan di Pekalongan Lukai 9 Remaja

Polres Pekalongan sedang melakukan proses olah tempat kejasian perkara atas kasus ledakan petasan di Kota Pekalongan, Sabtu, 21 Maret 2026. ANTARA/HO-Humas Polres Pekalongan Kota

Ledakan Petasan di Pekalongan Lukai 9 Remaja

Silvana Febiari • 21 March 2026 19:22

Pekalongan: Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan Kota, Jawa Tengah, menyelidiki kasus ledakan petasan di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur. Ledakan tersebut mengakibatkan sembilan orang luka-luka.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota Ajun Komisaris Polisi Setiyanto mengatakan ledakan itu terjadi saat sejumlah remaja sedang merakit petasan di dalam rumah menggunakan palu dan obeng.

"Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah," katanya, dilansir dari Antara, Sabtu, 21 Maret 2026.
 


Polisi juga menyita sejumlah sisa-sisa barang bukti, seperti selongsong petasan yang berisi serbuk maupun yang masih kosong. Berdasarkan keterangan para saksi, suara ledakan terdengar dari arah rumah kosong yang berjarak sekitar tiga meter dari tempat tinggal korban.

Dampak ledakan petasan itu menyebabkan kaca rumah warga pecah serta bagian atap dan genteng rusak. Selain itu, para korban ledakan mengalami luka bakar dan luka ringan di beberapa bagian tubuh.

Ia yang didampingi Kasi Humas Polres Pekalongan Iptu Purno Utomo mengatakan para korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bendan, Rumah Sakit Siti Khodijah, serta klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.


Polres Pekalongan sedang melakukan proses olah tempat kejasian perkara atas kasus ledakan petasan di Kota Pekalongan, Sabtu, 21 Maret 2026. ANTARA/HO-Humas Polres Pekalongan Kota


Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti ledakan petasan tersebut. "Berdasar keterangan saksi, bahan peledak untuk petasan tersebut dibeli secara daring," ucapnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak membuat maupun menyalakan petasan atau bahan peledak lainnya. Sebab, hal itu berisiko tinggi terhadap keselamatan.

"Kami mengajak masyarakat tidak membuat dan menyalakan petasan, terlebih dengan daya ledak tinggi. Selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, juga dapat menimbulkan kerusakan," jelasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)