Wamen HAM Desak Percepat Pengusutan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto. Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Wamen HAM Desak Percepat Pengusutan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Fachri Audhia Hafiez • 15 March 2026 15:23

Jakarta: Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto meminta kepolisian mempercepat penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus. Pemerintah menilai pengungkapan kasus tersebut penting untuk menjaga kredibilitas Indonesia dalam perlindungan HAM.

Mugiyanto menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi dan menghormati hak asasi manusia, termasuk kebebasan berekspresi, menyampaikan pendapat, serta berkumpul secara damai. Komitmen tersebut, kata dia, sejalan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 yang meratifikasi International Covenant on Civil and Political Rights.

“Pemerintah menghormati suara kritis dan kritik dari seluruh elemen masyarakat sebagai mekanisme check and balances demi perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Mugiyanto dalam keteranganannya, Minggu, 15 Maret 2026.
 


Ia juga menyatakan perlindungan terhadap individu maupun kelompok yang menyampaikan kritik merupakan bagian dari komitmen pemerintah. Khusunya yang tercermin dalam visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita.

Terkait kasus yang menimpa Andrie Yunus, Kementerian HAM menyebut peristiwa tersebut turut menjadi perhatian komunitas internasional. Hal itu disampaikan oleh Volker Türk serta Mary Lawlor.

Menurut Mugiyanto, perhatian internasional itu dapat memengaruhi posisi Indonesia di United Nations Human Rights Council. “Kami telah berkomunikasi dengan Polri dan meminta percepatan atau akselerasi penyelidikan atas peristiwa tersebut, termasuk mengungkap siapa pelaku, motif, dan dalangnya,” kata Mugiyanto.

Ia menegaskan percepatan pengungkapan kasus sangat penting agar publik memperoleh kepastian informasi serta mencegah berkembangnya spekulasi yang dapat mencederai komitmen pemerintah dalam penghormatan HAM.

“Jangan menganggap ini persoalan kecil. Ini persoalan besar yang bisa mengganggu kredibilitas bangsa Indonesia,” ujar Mugiyanto.


Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Kementerian HAM juga mengapresiasi masyarakat yang membantu proses pengungkapan pelaku melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV. Meski demikian, Mugiyanto mengingatkan masyarakat tetap menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat penegak hukum.

Menurut Mugiyanto, di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin canggih, informasi yang beredar di ruang publik perlu diverifikasi secara hati-hati.

Dalam kesempatan itu, Kementerian HAM juga menyampaikan simpati dan solidaritas kepada Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras. Pemerintah memastikan negara akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban hingga tuntas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)