Imbas serangan ke Israel. Foto: The New York Times
Hizbullah Lancarkan Serangan Rudal ke Pangkalan Udara Israel di Tel Aviv
Muhammad Reyhansyah • 16 March 2026 11:49
Beirut: Kelompok Hizbullah mengumumkan telah melancarkan sejumlah operasi militer baru yang menargetkan pangkalan militer Israel, peralatan tempur, serta konsentrasi pasukan di wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah pendudukan.
Dalam serangkaian pernyataan pada Minggu, 15 Maret 2026, kelompok perlawanan Lebanon itu menyebut pasukannya berhasil menyerang pangkalan udara Pilmakhim di selatan Tel Aviv dengan sebuah rudal.
Mengutip PressTV, Senin, 16 Maret 2026, serangan yang terjadi pada Minggu pagi tersebut dilaporkan menyebabkan kerugian besar bagi pasukan Israel serta merusak sejumlah peralatan militer.
Selain itu, dalam operasi terpisah, Hizbullah mengklaim telah menargetkan sistem pertahanan Israel dengan rentetan rudal di wilayah Maalot di wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah pendudukan.
Kelompok tersebut juga menyebut sebuah kompleks produksi senjata milik perusahaan Rafael di utara kota Kiryat menjadi sasaran serangan.
Selain itu, rentetan roket juga dilaporkan menghantam posisi militer di kota Nahariya di bagian utara wilayah Israel.
Hizbullah menyatakan operasi serangan balasan mulai dilancarkan sejak awal bulan ini setelah Israel disebut melakukan serangan harian ke wilayah selatan dan timur Lebanon.
Serangan tersebut, menurut Hizbullah, melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada November 2024. Sejak saat itu, ratusan warga Lebanon dilaporkan tewas, sebagian besar di antaranya merupakan warga sipil.