Pengembangan Industri Baterai EV di Indonesia Genjot Investasi hingga Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Pengembangan Industri Baterai EV di Indonesia Genjot Investasi hingga Pertumbuhan Ekonomi

Eko Nordiansyah • 16 April 2026 14:26

Karawang: Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, mendukung penuh pengembangan industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia, khususnya proyek strategis nasional yang tengah dibangun di Karawang, Jawa Barat. Investasi itu menjadi tonggak penting dalam mendorong transisi energi bersih sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menegaskan bahwa industri baterai EV memiliki peran strategis dalam menurunkan emisi karbon dan mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air.

“Kami dari Komisi XII sangat mendukung industri luar biasa ini dengan investasi kurang lebih sekitar USD6 miliar. Ini bisa menjadi percontohan industri EV dan baterai di Indonesia yang berdampak besar pada pengurangan emisi,” ujar Irsan dalam Kunker Komisi XII di Karawang, dikutip Kamis, 16 April 2026.

Menurutnya, kehadiran industri baterai tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan emisi udara yang selama ini menjadi perhatian serius.

Namun demikian, Irsan mengingatkan bahwa pengembangan industri harus tetap memperhatikan aspek lingkungan secara menyeluruh.

“Pengurangan emisi memang penting, tetapi dampak lingkungan dari industri ini juga harus menjadi perhatian utama. Semua aspek harus diperhitungkan secara matang,” tegasnya.



(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)

Keterlibatan masyarakat lokal dalam ekosistem industri

Selain itu, Komisi XII juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam ekosistem industri. Irsan mendorong agar mayoritas tenaga kerja berasal dari warga sekitar kawasan industri.

“Kami berharap minimal 70 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal. Ini penting agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan langsung oleh warga sekitar,” kata legislator Fraksi Partai NasDem itu.

Ia juga menyinggung pentingnya program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibiity/CSR) serta transfer pengetahuan (transfer of knowledge) bagi tenaga kerja Indonesia. Saat ini, sebagian tenaga kerja masih menjalani pelatihan di luar negeri, termasuk di China, guna meningkatkan kapasitas teknis di bidang industri baterai.

“Memang ini industri baru, masih sekitar satu tahun berjalan. Ada proses pembelajaran, termasuk pelatihan di luar negeri. Tapi ke depan, kemampuan ini harus bisa kita kembangkan sendiri melalui peningkatan product knowledge secara berkelanjutan,” jelasnya.

Proyek yang dikunjungi Komisi XII tersebut adalah fasilitas produksi baterai milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebesar 6,9 GWh dan ditargetkan rampung pada kuartal III 2026.

Berlokasi di Karawang, proyek ini merupakan hasil kerja sama antara MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (IBI) dengan konsorsium CBL. Nilai investasinya mencapai sekitar Rp7 triliun dan diproyeksikan menyerap hingga 3.000 tenaga kerja.

Hingga Januari 2026, pembangunan infrastruktur dasar pabrik telah selesai. Saat ini, proses instalasi peralatan dan fasilitas penunjang tengah berlangsung, dengan target mulai beroperasi pada kuartal III 2026.

Pabrik ini nantinya akan memproduksi baterai untuk berbagai merek kendaraan, termasuk produsen besar seperti Toyota dan Honda, serta berpotensi memasok kebutuhan sistem penyimpanan energi.

Irsan optimistis, jika produksi baterai semakin luas dan digunakan oleh berbagai merek kendaraan populer, maka masyarakat akan semakin tertarik beralih ke kendaraan listrik.

“Kalau merek-merek besar sudah menggunakan baterai ini, masyarakat pasti akan melihat dan mulai beralih ke kendaraan listrik yang lebih hemat dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran industri ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan.

“Industri tumbuh, masyarakat juga harus merasakan manfaatnya. Ekonomi sekitar bangkit, itu yang kita harapkan ke depan,” pungkasnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)