Venezuela Terima USD300 Juta dari Hasil Jual Minyak ke AS

Ilustrasi. Foto: Piqsels.com

Venezuela Terima USD300 Juta dari Hasil Jual Minyak ke AS

Husen Miftahudin • 26 January 2026 16:54

Caracas: Pemerintah Venezuela mengonfirmasi telah menerima dana sebesar USD300 juta sebagai hasil atas penjualan minyak mentah ke Amerika Serikat (AS). Dana ini merupakan bagian dari total pendapatan yang diproyeksikan mencapai USD500 juta.
 

Mengutip Xinhua, Senin, 26 Januari 2026, Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan dana tersebut akan dialokasikan sepenuhnya untuk menjaga stabilitas pasar valuta asing di dalam negeri.

Rodriguez mengatakan penyaluran dana akan dilakukan secara terintegrasi melalui Bank Sentral Venezuela dengan perbankan publik maupun swasta.

Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat posisi finansial negara di tengah tekanan ekonomi, mengingat Venezuela memegang peran vital dalam pasar energi global dengan cadangan minyak mentah mencapai 300 miliar barel atau setara dengan seperlima cadangan dunia.
 
Baca juga: Trump Pertimbangkan Peran Machado dalam Lanskap Politik Venezuela

Namun, di balik transaksi ini muncul ketidaksesuaian data antara otoritas kedua negara. Presiden AS Donald Trump secara terpisah mengatakan, AS telah mengambil 50 juta barel minyak dari Venezuela dan menjual sebagian ke pasar terbuka.

Meski demikian, klaim tersebut berbanding terbalik dengan catatan pengiriman internasional yang menunjukkan hingga kini belum adanya ekspor dalam volume besar seperti yang disebutkan oleh Trump.


(Ilustrasi. Foto: dok ICDX)

Eskalasi geopolitik yang masih memanas


Adapun situasi ekonomi ini terjadi di tengah gejolak politik yang terus memanas sejak serangan mendadak AS pada 3 Januari 2026, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya. Posisi kepemimpinan Venezuela kini berada di bawah kendali pelaksana tugas.

Tindakan militer AS terus menuai kecaman keras dari komunitas internasional. Banyak analis memperingatkan intervensi ini menciptakan preseden berbahaya bagi kedaulatan negara-negara di dunia. (Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)