Ilustrasi remaja putri. Foto: ANTARA/Pixabay.
Remaja Mudah Tergoda Tren, Psikolog Ungkap Alasannya
Fachri Audhia Hafiez • 30 January 2026 08:19
Jakarta: Psikolog Klinis dari Dinamis Biro Psikologi, Shabrin Risti Aulia, M.Psi., membeberkan alasan medis dan psikologis di balik kecenderungan remaja yang sangat mudah mengikuti tren serta norma sosial di lingkungannya. Menurutnya, perkembangan otak remaja yang belum seimbang menjadi faktor utama mereka lebih memilih kesenangan instan dibandingkan memikirkan risiko jangka panjang.
“Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan," ujar Shabrin kepada ANTARA, Kamis, 29 Januari 2026.
Psikolog lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjelaskan, pada masa remaja, sistem limbik atau bagian otak yang mengatur reward system berkembang lebih cepat. Sementara itu, prefrontal cortex yang berfungsi menganalisis risiko dan mengambil keputusan belum matang sempurna. Hal inilah yang memicu remaja sering melakukan aksi yang memicu adrenalin demi mendapatkan rasa puas atau pengakuan.
Selain faktor neurologis, kebutuhan akan penerimaan sosial dalam proses pencarian identitas turut memegang peranan penting. Remaja memiliki kesadaran diri yang sangat tinggi, sehingga mereka merasa orang lain selalu memperhatikan penampilan dan perilaku mereka. Kondisi ini memaksa mereka untuk menyesuaikan diri agar merasa setara dengan teman sebaya.
Baca Juga :
"Saat remaja ada dalam lingkungan dengan norma tertentu, besar kemungkinan ia akan mencoba fit in dengan lingkungan tersebut,” ucap Shabrin.
Faktor lain yang disoroti adalah kemampuan coping emosional yang belum stabil. Remaja cenderung mencari pengalihan dari tekanan atau stres melalui hal-hal yang dianggap populer di lingkungannya. Bagi mereka, popularitas bukan sekadar eksistensi, melainkan cara untuk menegaskan identitas diri agar diakui dan merasa cocok dalam kelompok sosial tertentu.