Ilustrasi Freepik
Penerapan Teknologi Digital Bidang Kedokteran Tingkatkan Presisi Diagnosis
Whisnu Mardiansyah • 31 January 2026 20:29
Jakarta: Di ibu kota seperti Jakarta, pelayanan kesehatan gigi tidak lagi sekadar terpaku pada tindakan kuratif atau mengobati kerusakan. Fokus pelayanan telah bergeser memadukan upaya pencegahan, pertimbangan estetika, serta penciptaan pengalaman pasien yang menyeluruh.
Perubahan paradigma ini digerakkan oleh gaya hidup masyarakat urban atau perkotaan yang mengutamakan efisiensi waktu, akurasi medis tinggi, dan proses perawatan dengan tingkat stres minimal. Sebagai respons, banyak klinik gigi di kawasan bisnis terkemuka mulai mengadopsi teknologi digital mutakhir secara masif. Teknologi menjadi tulang punggung untuk meningkatkan presisi diagnosis, efektivitas terapi, dan kenyamanan pasien.
Penerapan teknologi dalam dunia kedokteran gigi kini mengintegrasikan sejumlah perangkat digital canggih. Digital smile design, intraoral scanner, dan sistem Computer-Aided Design/Computer-Aided Manufacturing (CAD/CAM) adalah beberapa di antaranya. Teknologi-teknologi ini merevolusi alur kerja tradisional. Cetak gigi konvensional dengan bahan cetak yang kerap menimbulkan rasa tidak nyaman, kini banyak digantikan dengan pemindaian digital cepat dan akurat. Smiluxe Dental Clinic adalah salah satu yang menerapkan teknologi ini.
Para dokter gigi menilai, adopsi teknologi memungkinkan perencanaan perawatan menjadi lebih terukur dan personal. Pasien pun dapat terlibat langsung dalam visualisasi hasil akhir perawatan mereka sejak awal, menciptakan kolaborasi antara dokter dan pasien.
“Kedokteran gigi modern adalah titik temu antara seni, teknologi, dan presisi medis. Kami tidak hanya memperbaiki struktur gigi, tetapi merancang kembali senyum yang harmonis dengan karakter wajah unik setiap individu,” ujar Drg Cory Sridjaja dalam keterangannya, Sabtu, 31 Januari 2025.
Pernyataan tersebut mencerminkan tren kedokteran gigi urban terkini yang mengintegrasikan fungsi kesehatan, estetika, serta kualitas pengalaman pasien secara seimbang. Teknologi intraoral scanner, misalnya, tidak hanya menghilangkan rasa tidak nyaman akibat cetakan konvensional. Alat ini juga memberikan data tiga dimensi yang jauh lebih akurat untuk analisis dan perencanaan perawatan.
Sementara itu, sistem CAD/CAM membuka kemungkinan pembuatan restorasi gigi seperti crown atau veneer hanya dalam satu hari. Proses ini memangkas waktu tunggu yang sebelumnya bisa memakan waktu berminggu-minggu untuk pembuatan di laboratorium luar.

Di luar akurasi hasil, teknologi digital dan alur layanan efisien juga berperan besar mengurangi kecemasan yang kerap dialami pasien. Proses yang cepat, prediktif, dan minim ketidakpastian memberikan rasa aman serta kontrol lebih besar kepada mereka yang duduk di kursi perawatan.
Era kemajuan ini tidak berhenti di situ. Inovasi juga mencakup penggunaan radiografi digital dengan dosis radiasi lebih rendah, laser untuk berbagai prosedur dengan perdarahan minimal dan masa penyembuhan lebih cepat, serta cone-beam computed tomography (CBCT) untuk pencitraan tiga dimensi struktur tulang dan gigi yang sangat kompleks.
Perkembangan ke depan menunjukkan adopsi teknologi dan pendekatan holistik akan terus berkembang. Hal ini sejalan dengan meningkatnya tuntutan masyarakat kota besar terhadap kualitas layanan kesehatan gigi.
?Kini, layanan yang ditawarkan tidak hanya bertujuan menyelesaikan masalah, tetapi juga harus memberikan nilai tambah berupa estetika, efisiensi waktu, dan kenyamanan psikologis bagi pasien. Transformasi ini menandai era baru di mana kunjungan ke dokter gigi tidak lagi sesuatu yang ditakuti, melainkan bagian dari investasi kesehatan dan kesejahteraan hidup.