Ilustrasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Dok. BPBD Sumsel.
Sejumlah Wilayah Sumatra Rawan Karhutla, Kemenhut Turunkan Manggala Agni
Atalya Puspa • 29 January 2026 11:35
Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menurunkan tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai muncul di sejumlah provinsi di Sumatera pada awal 2026. Manggala Agni ialah organisasi tingkat nasional yang bertugas di bidang pengendalian karhutla.
Melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkumhut), Manggala Agni telah melakukan pemadaman karhutla di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Riau. Kemenhut menyebut sejumlah wilayah di Sumatra saat ini masuk kategori rawan karhutla seiring meningkatnya titik panas dan potensi kekeringan.
"Wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, serta sebagian Sumatera Selatan menjadi daerah rawan karhutla sehingga membutuhkan kewaspadaan dan upaya pencegahan yang lebih intensif,” ungkap Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 29 Januari 2026.
Upaya pemadaman intensif yang dilakukan Manggala Agni bersama para sejumlah pihak berhasil memadamkan kebakaran seluas 4,5 hektare di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Selain itu, kebakaran seluas 2 hektare di Desa Bunsur, Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, Riau, juga telah dinyatakan padam pada Minggu, 25 Januari 2026.
Namun demikian, hingga kini tim Manggala Agni Daops Sumatra VII/Rengat bersama Satgas Karhutla Kabupaten Pelalawan masih melakukan pemadaman di Kelurahan Teluk Meranti dan Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Pemadaman juga masih berlangsung di Aceh Barat, tepatnya di Desa Suak Raya dan Desa Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, oleh Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit bersama BPBD Aceh Barat dan KPH Wilayah IV Aceh Barat.
“Patroli ini digunakan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi, serta mempercepat respons apabila ada kejadian. Termasuk untuk mengecek kondisi bahan bakar, potensi sumber air, dan isu karhutla di masyarakat,” ujar Ferdian.
Ia menambahkan, tim Manggala Agni Daops Sumatera II/Pematang Siantar dan Daops Sumatera III/Labuhan Batu juga tengah bergerak menuju lokasi kebakaran di Panai Tengah, Kabupaten Labuhan Batu, serta Nagori Sibaganding, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: MI.
Berdasarkan pemantauan tinggi muka air tanah melalui Sistem Pemantauan Tinggi Air Tanah (Simatag) Kementerian Lingkungan Hidup, sejumlah titik pengamatan di Aceh, Sumatra Utara, Riau, dan Jambi menunjukkan penurunan hingga level rawan, sangat rawan, bahkan berbahaya. Sementara itu, pemantauan hotspot harian menunjukkan peningkatan jumlah dan sebaran titik panas yang hampir merata di Sumatera.
“Pengamatan Fire Danger Rating System dari BMKG juga memperlihatkan peningkatan tingkat kerawanan,” kata Ferdian.
Kemenhut menegaskan komitmennya untuk bergerak cepat dan bersinergi dengan berbagai pihak guna menuntaskan pemadaman karhutla dan mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Sumatra.