Panitia Kurban Wajib Tahu, Ini Tips Penanganan Sapi Biar Tenang

Asesor Juru Sembelih Halal di Lembaga Sertifikasi Profesi Kesehatan Hewan (LSP Keswan) sekaligus Dosen IPB, Supratikno. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.

Panitia Kurban Wajib Tahu, Ini Tips Penanganan Sapi Biar Tenang

Muhammad Iqbal Sidiq • 20 May 2026 14:40

Jakarta: Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menggelar sosialisasi penanganan hewan kurban secara hybrid di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam acara tersebut, Asesor Juru Sembelih Halal di Lembaga Sertifikasi Profesi Kesehatan Hewan (LSP Keswan) sekaligus Dosen IPB, Supratikno, membagikan sejumlah tips taktis penanganan sapi kurban agar tidak mengalami stres menjelang Iduladha.

"Bagaimana cerminan diri kita adalah bagaimana ketika kita memperlakukan hewan itu sendiri, bagaimana hewan itu setelah ihsan. Tugas kita adalah mengurangi stres dan mengurangi rasa sakit," kata Supratikno di lokasi, Rabu, 20 Mei 2026.
 


Supratikno menegaskan bahwa menjaga psikologis hewan kurban agar tetap tenang merupakan hal yang krusial. Selain memenuhi kaidah kesejahteraan hewan, penanganan yang tepat secara ilmiah terbukti menjaga kualitas daging tetap prima dan higienis.

Dia kembali mengingatkan esensi utama dari perlakuan humanis atau ihsan terhadap hewan kurban ini sebagai cerminan adab bagi umat muslim.


Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menggelar sosialisasi penanganan hewan kurban secara hybrid di Masjid Istiqlal, Jakarta. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.


Berikut adalah 10 tips penanganan sapi kurban agar terhindar dari stres:

1. Larang Penggunaan Pengeras Suara (Toa)
Telinga sapi sangat sensitif terhadap bunyi dengan frekuensi tinggi. Panitia diimbau untuk tidak menggunakan pengeras suara atau toa di dekat area penampungan hewan.

2. Hindari Seragam Berwarna Merah dan Kuning
Sapi tidak menyukai warna-warna mencolok seperti merah, kuning, dan oranye karena visual tersebut dapat merangsang sifat agresif mereka. Petugas disarankan mengenakan seragam berwarna tenang seperti hijau, biru, abu-abu, atau hitam.

3. Batasi Orang di Area Penyembelihan
Sapi memiliki indra penglihatan menyamping yang membuatnya mudah cemas saat melihat banyak orang berlalu-lalang. Oleh karena itu, area penyembelihan harus disterilkan dari penonton yang tidak berkepentingan.

4. Patuhi 'Golden Time' 10 Detik Setelah Rebah
Saat posisi sapi berhasil direbahkan, mereka akan merasa berada dalam kondisi sangat terancam. Standarisasi Juru Sembelih Halal (Juleha) mewajibkan proses pemotongan dilakukan maksimal dalam waktu 10 s.d. 15 detik setelah hewan rebah.

5. Puasakan Sapi Selama 12 Jam
Sapi yang akan disembelih sebaiknya dipuasakan dari makanan selama 12 jam. Langkah ini bertujuan agar isi lambung tidak terlalu penuh sehingga sapi tidak muntah saat direbahkan.

6. Tetap Berikan Air Minum yang Cukup
Meskipun pakan dihentikan, pemberian air minum tidak boleh distop. Air minum berfungsi untuk mengencerkan darah sapi sehingga darah dapat keluar dengan lancar dan tuntas saat proses penyembelihan.

7. Bentangkan Spanduk Penghalang Pandangan
Sapi hidup tidak boleh melihat temannya yang sedang disembelih atau dikuliti karena bisa memicu kepanikan massal. Panitia bisa memanfaatkan bentangan spanduk bekas untuk menyekat area pemotongan.

8. Gunakan Masker Mata Tepat Saat Akan Direbahkan
Penggunaan penutup mata dapat menghilangkan orientasi keseimbangan sehingga sapi lebih pasrah saat direbahkan. Namun, jangan memasangnya terlalu lama sejak di penampungan karena justru memicu gelisah.

9. Jangan Biarkan Sapi Sendirian Terlalu Lama
Sebagai hewan sosial, sapi tidak suka diisolasi sendirian. Panitia disarankan tidak membiarkan sapi menunggu terlalu lama tanpa kelompoknya di area penyembelihan demi mencegah kecemasan ekstrem.

10. Jaga Jarak Petugas Sapi dan Domba
Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan bakteri pembawa dari domba. Bakteri tersebut berisiko menyebabkan sapi mengalami pembengkakan leher akibat penyakit septicemia epizootica (ngorok).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)