Rusia Serang Kyiv dengan Rudal Hipersonik Oreshnik, 4 Orang Tewas 100 Terluka

Kerusakan akibat serangan Rusia di wilayah Ukraina. (Anadolu Agency)

Rusia Serang Kyiv dengan Rudal Hipersonik Oreshnik, 4 Orang Tewas 100 Terluka

Willy Haryono • 25 May 2026 09:02

Kyiv: Rusia menggunakan rudal balistik hipersonik Oreshnik untuk ketiga kalinya dalam perang di Ukraina saat melancarkan serangan besar-besaran ke Kyiv dan wilayah sekitarnya pada akhir pekan kemarin.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai sekitar 100 lainnya, menurut keterangan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dilansir dari The Guardian, Senin, 25 Mei 2026, Zelensky mengatakan Rusia menghantam kota Bila Tserkva di wilayah Kyiv menggunakan rudal Oreshnik yang mampu membawa hulu ledak nuklir maupun konvensional.

Dalam pernyataannya di Telegram dan X, Zelensky menyebut Rusia meluncurkan sekitar 600 drone dan 90 rudal berbagai jenis, termasuk 36 rudal balistik.

“Sayangnya, tidak semua rudal balistik berhasil dicegat. Jumlah serangan terbanyak terjadi di Kyiv. Kyiv menjadi target utama serangan Rusia ini,” tulis Zelensky.

Ia juga menyebut serangan tersebut merusak fasilitas pasokan air, membakar pasar, serta merusak puluhan bangunan permukiman dan sejumlah sekolah. “Mereka benar-benar tidak waras,” kata Zelensky.

Rusia Konfirmasi Gunakan Rudal Oreshnik

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi penggunaan rudal Oreshnik dalam serangan tersebut.

Selain Oreshnik, Rusia juga mengaku menggunakan rudal Iskander, Kinzhal, dan Zircon untuk menyerang fasilitas komando militer, pangkalan udara, dan industri pertahanan Ukraina.

Moskwa menyebut serangan itu sebagai balasan atas serangan Ukraina terhadap “fasilitas sipil di wilayah Rusia."

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan dua orang tewas dan 56 lainnya luka-luka di ibu kota Ukraina. Otoritas wilayah Kyiv juga melaporkan dua korban tewas lainnya dan sembilan orang terluka di daerah sekitar ibu kota.

Klitschko mengatakan kerusakan tercatat di seluruh distrik Kyiv. Serangan terhadap sebuah sekolah memicu kebakaran, sementara serangan di pusat bisnis menyebabkan sejumlah warga terjebak di tempat perlindungan.

Baca juga:  Serangan Besar-besaran Rusia di Kyiv Tewaskan 1 Orang dan Lukai 24 Warga

(Willy Haryono)