Lahan untuk berjualan hewan kurban. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq,
Jurus Pedagang Hewan Kurban Hadapi Mahalnya Sewa Lahan Jakarta
Muhammad Iqbal Sidiq • 12 May 2026 20:43
Jakarta: Lapak hewan kurban di Jakarta, menjamur jelang Hari Raya Iduladha. Pedagang bercerita harus putar otak menghadapi tingginya harga sewa lahan di Jakarta.
“Kita kan menyisihkan budget untuk mengontrak. Karena tidak murah untuk menyewa lahan satu bulan," kata pedagang hewan kurban di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Prihanto, Selasa, 12 Mei 2026.
Prihanto menyebut lokasi lapak berpindah-pindah. Tahun lalu, Prihanto berjualan hewan kurban di wilayah Meruya, Jakarta Barat.
Perpindahan, kata dia, demi menyesuaikan anggaran operasional dengan harga sewa lahan yang hanya digunakan selama satu bulan. Menurutnya, pemilihan lokasi bukan sekadar mencari tempat kosong, melainkan sebuah strategi bisnis yang krusial.
Lokasi yang strategis dan tidak berhimpitan dengan pedagang lain menjadi penentu utama kecepatan perputaran modal. Jika salah memilih titik, risiko kerugian membayangi karena biaya sewa sudah dibayarkan di muka.
"Itu tergantung lokasi, kadang kita pas nyewa dapat lokasi yang strategis. Kadang kan kita nyewa berdampingan atau berdekatan dengan pedagang lain, itu pengaruh juga,” jelas prihanto
Meski harus menanggung beban sewa yang tinggi, Prihanto mengaku optimis dengan pergerakan pasar tahun ini. Hingga dua minggu menjelang Iduladha, ia telah berhasil menjual sekitar 25 ekor sapi jenis Limusin. Walaupun angka tersebut dianggapnya belum termasuk ramai.
“Persiapannya cuma kita memelihara hewan, biar tetap sehat. Vitamin mungkin kasih, cuma jaga makannya saja," jelas Prihanto

Lahan untuk berjualan hewan kurban. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq,
Untuk menjaga kualitas dagangannya di tengah keterbatasan lahan di Jakarta, Prihanto menerapkan perawatan intensif mulai dari menjaga pola makan hingga pemberian vitamin secara mandiri. Dengan begitu ia percaya bahwa dagangannya akan tetap sehat dan berkualitas.