Bendera Korea Selatan berkibar di sebuah kapal militer. (Anadolu Agency)
Korea Selatan Tinjau Kontribusi Bertahap untuk Inisiatif AS di Selat Hormuz
Muhammad Reyhansyah • 13 May 2026 12:32
Seoul: Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back pada Rabu, 13 Mei 2026, mengatakan negaranya akan meninjau kemungkinan memberikan kontribusi bertahap terhadap inisiatif pimpinan Amerika Serikat (AS) untuk memulihkan jalur pelayaran aman di Selat Hormuz.
Menurut laporan Yonhap News Agency yang dikutip Anadolu, Ahn mengatakan kepada wartawan bahwa Seoul telah memberi tahu pejabat AS bahwa Korea Selatan akan "berpartisipasi sebagai anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab" dan mempertimbangkan kontribusi bertahap terhadap keamanan maritim di jalur strategis tersebut.
Ia mengatakan langkah yang dipertimbangkan mencakup penyataan dukungan, pengerahan personel, berbagi informasi, hingga penyediaan aset militer, meski partisipasi militer langsung belum dibahas secara rinci.
Ahn juga mengatakan dirinya membahas isu aliansi yang lebih luas dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, termasuk pengalihan kendali operasional masa perang dan rencana Korea Selatan terkait kapal selam bertenaga nuklir.
Kedua pihak sepakat memulai konsultasi tingkat kerja mengenai keamanan maritim "secepat mungkin" di tengah ketegangan yang masih berlangsung akibat kebuntuan antara Amerika Serikat dan Iran.
Jalur Energi Global Terganggu
Lalu lintas di Selat Hormuz, salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia, terganggu sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari, yang secara tajam mengurangi aliran minyak mentah dari negara-negara Teluk ke pasar global, terutama Asia.Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati selat tersebut setiap hari, sementara meningkatnya ketidakamanan turut mendorong kenaikan harga minyak serta biaya pengiriman dan asuransi.
Krisis saat ini berkaitan dengan perang AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari dan memicu serangan balasan Teheran terhadap Israel serta sekutu Washington di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata selama dua pekan mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Baca juga: Korea Selatan Akan Ikut Pertemuan Global soal Keamanan Selat Hormuz