Sejumlah tenaga kesehatan bergandengan tangan menyeberangi sungai untuk melayani masyarakat yang terisolasi pascabencana hidrometeorologi pada November 2025 di Kota Padang, Sumatra Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar
Delapan Puskesmas di Sumbar Butuh Tambahan Nakes
Silvana Febiari • 14 May 2026 17:41
Kota Padang: Sebanyak delapan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) saat ini membutuhkan tambahan tenaga kesehatan (nakes). Penambahan nakes ini diperlukan diuntuk melayani masyarakat.
"Ada delapan puskesmas lagi yang masih memerlukan tambahan tenaga kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Aklima, dilansir dari Antara, Kamis, 14 Mei 2026.
Aklima menyebutkan delapan puskesmas itu tersebar di sejumlah daerah. Rinciannya, masing-masing tiga di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Solok, satu di Kabupaten Limapuluh Kota, serta satu puskesmas di Kabupaten Pesisir Selatan.
"Delapan puskesmas ini belum mempunyai tenaga kesehatan yang lengkap," ujarnya.
Baca Juga :
Secara umum ratusan puskesmas yang tersebar di 19 kabupaten dan kota di Sumbar sudah memiliki tenaga kesehatan yang lengkap. Kelengkapan tenaga kesehatan itu meliputi dokter, dokter gigi, perawat, bidan, farmasi, gizi, ahli teknologi laboratorium medik dan lainnya.
Kemudian, dari 25 rumah sakit umum daerah (RSUD) di Sumbar, baru 16 di antaranya yang memiliki kelengkapan tujuh dokter spesialis. Artinya, masih ada 10 rumah sakit yang belum mempunyai kelengkapan layanan dokter spesialis.

Ilustrasi tenaga kesehatan. Medcom.id
Adapun rumah sakit yang dimaksud yakni RSUD Tapan, RSUD Ahmad Syafii Maarif, RSUD Kamang Baru, RSUD Tuanku Rao, RSUD Kepulauan Mentawai, RSUD Sungai Rumbai, RSUD Batang Sangir, RSUD Pasaman Barat, RSUD Serambi Madinah, serta RSUD dr Sadikin.
Namun, ia memastikan Sumbar sudah memiliki rumah sakit Kelas A yakni Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan. Keberadaan rumah sakit ini tergolong penting dan vital karena diharapkan menjadi rujukan terakhir di Ranah Minang.
Sejalan dengan infrastruktur kesehatan di provinsi setempat, indeks pembangunan manusia (IPM) Sumbar periode 2024-2026 berhasil menempati peringkat keenam nasional. Pada 2025 IPM Sumbar tercatat 77,27 di mana angka itu naik 0,84 poin atau tumbuh 1,1 persen jika dibandingkan 2024 sebesar 76,43.