Presiden AS Donald Trump bersama PM Israel Benjamin Netanyahu. (Anadolu Agency)
Netanyahu dan Trump Dikabarkan Bahas Kemungkinan Perang Baru dengan Iran
Muhammad Reyhansyah • 18 May 2026 13:09
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan membahas kemungkinan melanjutkan perang terhadap Iran dalam percakapan telepon pada Minggu, 17 Mei 2026.
Menurut laporan media Israel Channel 7 yang dikutip Anadolu, percakapan antara Netanyahu dan Trump berlangsung lebih dari 30 menit dan berfokus pada "kemungkinan memperbarui pertempuran di Iran."
Harian Yedioth Ahronoth menyebut percakapan itu berakhir sesaat sebelum dimulainya rapat Kabinet Keamanan Israel.
Menurut surat kabar tersebut, Trump juga memberi penjelasan kepada Netanyahu mengenai hasil kunjungannya ke Tiongkok pada 13 hingga 15 Mei. Kedua pihak turut membahas perkembangan terkait isu Iran.
"Masalah serangan terhadap Iran masih belum pasti," kata seorang sumber Israel yang tidak disebutkan namanya seperti dikutip Yedioth Ahronoth.
"Trump harus mengambil keputusan. Ia harus berdamai dengan dirinya sendiri, dan jika ia memutuskan melanjutkan permusuhan, kemungkinan besar Israel akan diminta ikut serta," tambah sumber tersebut.
Trump Kembali Peringatkan Iran
Penyiar publik Israel KAN melaporkan rapat Kabinet Keamanan diperkirakan membahas isu Iran dan perkembangan di Lebanon. Usai percakapan telepon dengan Netanyahu, Trump mengunggah pesan peringatan kepada Iran melalui platform Truth Social miliknya."Bagi Iran, waktunya terus berjalan, dan mereka lebih baik bergerak cepat, atau tidak akan ada lagi yang tersisa dari mereka. WAKTU SANGAT KRUSIAL!" tulis Trump.
Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, serta menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu.
Baca juga: Trump Minta Iran Segera Capai Kesepakatan Damai atau 'Tak Ada Lagi yang Tersisa'