2 Faktor Ini Jadi Penggerak IHSG ke Level 6.858

Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.

2 Faktor Ini Jadi Penggerak IHSG ke Level 6.858

Ade Hapsari Lestarini • 12 May 2026 17:19

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah 46,72 poin atau 0,68 persen ke level 6.858,9. Sementara, indeks LQ45 justru menguat tipis 0,18 persen ke posisi 669,84.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menilai turunnya rupiah yang melampaui Rp17.500 per USD, serta antisipasi pasar terhadap potensi penurunan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI menjadi sentimen negatif utama bagi pergerakan IHSG.

"Pelemahan rupiah pada level terendah baru, serta antisipasi penurunan bobot oleh MSCI (Morgan Stanley Capital International) menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan IHSG," ujar Ratna, dalam kajiannya, dilansir Antara, Selasa, 12 Mei 2026.

Selain itu, kenaikan imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun sebesar 10 basis poin ke level 6,72 persen merupakan level tertinggi dalam dua pekan terakhir.

Kenaikan yield ini disebabkan oleh kenaikan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran akan pelebaran defisit APBN, sehingga rupiah berlanjut melemah pada rekor terendah di Rp17.525 per USD.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
 

 

IHSG berpotensi menguji area support di kisaran 6.700-6.750


Ratna menjelaskan, kenaikan yield surat utang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara lain. Di Amerika Serikat (AS), yield obligasi pemerintah meningkat menjelang rilis data inflasi. Sementara di Inggris, yield obligasi pemerintah naik ke level tertinggi sejak 2008 di tengah tekanan terhadap Perdana Menteri Inggris untuk mundur dari jabatannya.

Sementara dari sisi sektoral, sektor kesehatan mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 3,52 persen. Sebaliknya, sektor barang baku atau basic materials membukukan penguatan terbesar sebesar 1,85 persen.

Secara teknikal, Ratna menilai IHSG berpotensi menguji area support di kisaran 6.700-6.750. Namun, apabila mampu bertahan di atas level tersebut, IHSG berpeluang mengalami technical rebound menuju level 6.900. Adapun sepanjang perdagangan, tercatat sebanyak 217 saham menguat, 486 saham melemah, dan 256 saham stagnan.

Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp12.146 triliun. Aktivitas perdagangan mencapai 31,08 miliar saham dengan frekuensi 2,51 juta transaksi, sementara nilai transaksi tercatat sebesar Rp16,27 triliun.

Berdasarkan sektor, penguatan terjadi pada sektor energi sebesar 0,01 persen, sektor keuangan 0,31 persen, sektor barang baku 1,85 persen, serta sektor transportasi dan logistik 1,59 persen.

Sementara itu, sektor barang konsumen non-primer melemah 0,06 persen, sektor barang konsumen primer 1,44 persen, sektor infrastruktur 1,49 persen, sektor properti 0,61 persen, sektor industri 3,20 persen, sektor teknologi 0,48 persen, dan sektor kesehatan 3,52 persen.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)