Ilustrasi kental manis. Foto theveganbuzz.net
Susu Kental Manis Bukan Konsumsi Harian, Pakar Ungkap Kandungannya
Muhamad Marup • 27 March 2026 18:42
Bogor: Susu Kental Manis (SKM) masih jadi pilihan minuman susu harian masyarakat, terutama saat sarapan. Nyatanya, produk tersebut tidak dirancang untuk konsumsi harian atau pengganti susu.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Karina Rahmadia Ekawidyani, mengatakan, SKM merupakan produk olahan susu yang dibuat dengan mengurangi kadar air dan menambahkan gula dalam jumlah besar, yakni sekitar 40–50 persen. Karena itu, mengonsumsi SKM setiap hari bisa menimbulkan risiko kesehatan.
"Karena komposisi susunya sudah jauh lebih rendah, kandungan protein dan lemaknya juga tidak sesuai jika dikonsumsi sebagai susu harian, maka kalau dijadikan susu minum utama, ada risiko kesehatan," ujarnya, mengutip laman resmi IPB University, Jumat, 27 Maret 2026.
Karina mengungkapkan, SKM memiliki kandungan gula jauh lebih tinggi dibandingkan susu segar maupun susu ultra high temperature (UHT). Di sisi lain, kandungan gizi SKM relatif lebih rendah.
Dia menyebut, meski SKM tetap mengandung lemak dan protein, jumlahnya belum mencukupi kebutuhan gizi harian. Anggapan bahwa produk ini setara dengan susu minum tidak tepat.
"Hampir setengah kandungan SKM adalah gula," tegasnya.
Karina menuturkan, dalam satu takaran saji sekitar 30 gram atau setara tiga sendok makan, terdapat kurang lebih 15 gram gula. Sementara itu, batas konsumsi gula harian yang dianjurkan dalam pedoman gizi seimbang adalah 50 gram.
"Artinya, jika seseorang mengonsumsi sekitar sembilan sendok makan SKM dalam sehari, jumlah tersebut sudah mencapai batas konsumsi gula harian," katanya.
Dia mengingatkan masyarakat tidak langsung menunag langsung SKM dari kaleng. Menurutnya, masyarakat harus memperhatikan takaran saji pada kemasan dan menggunakan sendok takar agar konsumsi gula tetap terkontrol.
"Dengan menakar, kita bisa mengetahui batas penggunaannya,” tambahnya.
Lebih Tepat Pelengkap Makanan

Ilustrasi Susu. Sumber Pexels
Karina menegaskan bahwa fungsi utama SKM adalah sebagai pemanis atau pelengkap rasa pada makanan dan minuman, bukan sebagai pengganti susu konsumsi sehari-hari, apalagi bagi anak-anak.
Saat bulan puasa, minuman manis memang sering dipilih saat berbuka. Namun, Dia mengingatkan agar penggunaan SKM tetap dibatasi.
"Kalau sudah menggunakan SKM yang tinggi gula, sebaiknya tidak menambahkan gula pasir atau sirup lagi agar asupan gula tetap seimbang," ucapnya.