Lestari Moerdijat: Penanganan Kasus Campak Harus Serius

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (Foto istimewa)

Lestari Moerdijat: Penanganan Kasus Campak Harus Serius

Muhamad Marup • 27 March 2026 17:57

Jakarta: Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (Rerie), meminta penanganan kasus campak yang tengah meningkat disikapi secara serius. Semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat harus berkolaborasi dalam penanganannya.

"Upaya peningkatan layanan kesehatan terhadap anak harus menjadi perhatian serius semua pihak, untuk melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman penyakit menular seperti campak," ujar Rerie dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Maret 2026.

Data Kementerian Kesehatan hingga pekan ke-8  tahun 2026 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Tercatat 10.453 suspek campak, dengan 8.372 di antaranya terkonfirmasi sebagai kasus campak dan enam orang dilaporkan meninggal dunia.

Tak hanya itu, sebanyak 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak tersebar di 29 kabupaten dan kota yang tersebar di 11 provinsi. Daerah tersebut meliputi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Rerie mengingatkan pentingnya konsistensi dalam pemenuhan imunisasi dasar lengkap bagi anak. Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II itu juga menyoroti program imunisasi massal yang tengah dijalankan pemerintah di 102 kabupaten dan kota.

"Keterbatasan akses dan ketersediaan vaksin di sejumlah daerah juga masih menjadi tantangan," katanya.

Dia mengajak masyarakat mendukung program tersebut agar berhasil menekan lonjakan kasus. Menurutnya, masih ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan imunisasi lengkap.


Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie)

"Beberapa di antaranya rendahnya pemahaman orangtua tentang pentingnya imunisasi, kekhawatiran akan efek samping seperti demam, serta maraknya hoaks dan isu negatif seputar vaksin," jelasnya.

Seluruh hambatan tersebut dapat segera diatasi melalui kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat. Dengan begitu, upaya mencetak generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing di masa depan bisa segera terwujud.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)