Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini. Istimewa
NasDem Desak Perkuat Perlindungan Pasukan TNI di Zona Konflik
Achmad Zulfikar Fazli • 30 March 2026 16:54
Jakarta: Anggota Komisi I, Amelia Anggraini, menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon. Prajurit yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda XXIII-S pada misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) itu gugur dalam insiden serangan di Lebanon Selatan saat menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia,
“Saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik bangsa yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII-S di bawah misi UNIFIL,” ujar Amelia dalam keterangan tertulis, Senin, 30 Maret 2026.
Amelia menegaskan negara wajib memberikan penghormatan tertinggi kepada almarhum, termasuk memastikan pemenuhan seluruh hak keluarga yang ditinggalkan.
“Negara wajib memberikan penghormatan tertinggi kepada almarhum beserta pemenuhan seluruh hak keluarga yang ditinggalkan, baik dalam bentuk santunan, jaminan sosial, maupun pendampingan berkelanjutan,” tegas dia.
Menurut dia, pengorbanan tersebut merupakan bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.
Dia juga mendorong pemerintah dan TNI untuk memperkuat sistem perlindungan pasukan (force protection), terutama di wilayah misi dengan eskalasi konflik tinggi.
“Ke depan, sistem perlindungan pasukan harus dilakukan secara ketat dan menyeluruh guna menjamin keamanan personel TNI yang menjalankan misi PBB di daerah konflik,” ujar dia.
.jpg)
Pasukan Indonesia yang bertugas untuk UNIFIL. Foto- Kemenlu RI
Baca Juga:
1 Prajurit Satgas Yonmek XXIII-S/ UNIFIL Gugur di Lebanon, TNI: Investigasi Masih Berjalan |
Amelia menilai peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia di forum internasional, khususnya dalam menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian.
“Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia, terutama dalam memastikan keselamatan personel penjaga perdamaian di wilayah konflik seperti Lebanon,” kata dia.
Dia menegaskan kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia harus tetap dilanjutkan, namun dengan peningkatan standar keamanan dan kesiapan.
“Kontribusi Indonesia harus tetap dilanjutkan, tetapi dengan standar keamanan, kesiapan alutsista, dan dukungan intelijen yang lebih adaptif terhadap dinamika ancaman,” ujar dia.
Selain gugurnya Praka Farizal, insiden serangan di Lebanon Selatan ini menyebabkan tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.
Sebanyak dua prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL. Satu prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Adapun prajurit yang gugur disemayamkan di East Sector Headquaters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut.