Senator AS Tolak Rp3.380 Triliun untuk Perang Iran, Ingin Hentikan Senjata ke Israel

Senator Amerika Serikat (AS) Bernie Sanders tolak pengiriman senjata ke Israel. Foto: Anadolu

Senator AS Tolak Rp3.380 Triliun untuk Perang Iran, Ingin Hentikan Senjata ke Israel

Muhammad Reyhansyah • 25 March 2026 19:52

Washington: Senator Amerika Serikat (AS), Bernie Sanders menolak untuk memberikan suara dukung permintaan pendanaan sebesar USD200 miliar atau sekitar Rp3.380 triliun untuk perang Iran.

Sanders pada 24 Maret 2026 juga berjanji akan mengajukan langkah untuk menghentikan pengiriman senjata ke Israel.

“Tidak, sama sekali tidak,” ujar Sanders saat ditanya mengenai dukungannya terhadap permintaan anggaran dari pemerintahan Presiden Donald Trump, seperti dikutip Anadolu, Rabu, 25 Maret 2026.

“Bahkan, dalam beberapa minggu ke depan kami akan mengajukan resolusi penolakan bersama yang akan menghentikan pengiriman 20.000 bom ke Israel serta buldoser,” tambah Sanders.

Ia juga menyatakan bahwa AS “memulai perang ini” bersama Israel, seraya mengkritik pemerintah atas kenaikan harga bahan bakar dan tekanan ekonomi yang semakin dirasakan masyarakat.

“Harga bensin meningkat. Masyarakat sangat khawatir,” katanya dalam wawancara dengan CNN, sambil menuding pemerintah gagal memprioritaskan keterjangkauan biaya hidup.

“Amerika Serikat memulai perang ini. Negara ini meluncurkan serangan sepihak bersama Israel yang menyebabkan penderitaan besar di Timur Tengah,” lanjut Sanders.

Sanders juga mempertanyakan hubungan AS dengan Israel, dengan merujuk pada perang di Gaza yang ia sebut sebagai genosida. Ia memperingatkan bahwa konflik dengan Iran berpotensi menelan biaya “ratusan miliar dolar.”

Menurutnya, banyak warga AS saat ini kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti perumahan, layanan kesehatan, dan pangan.

“Baik Anda Partai Republik maupun Demokrat, ini bukan perang yang diinginkan rakyat Amerika,” ujar Sanders.

Ia menambahkan, “Apakah kita ingin bekerja sama dengan Israel, yang telah menghancurkan rakyat Gaza, di mana 10 persen penduduknya tewas atau terluka, saya tidak yakin itu sekutu yang perlu kita pertahankan.”

Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta wilayah Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan sektor penerbangan.

Sejak konflik dimulai, sedikitnya 13 personel militer AS dilaporkan tewas. Konflik ini juga mendorong kenaikan harga energi dan mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)