Benarkah Kim Jong un Meninggal? Cek Faktanya

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. (KCNA)

Benarkah Kim Jong un Meninggal? Cek Faktanya

Angel Rinella • 20 October 2026 15:43

Pyongyang: Beredarnya kabar Kim Jong Un meninggal akibat pendarahan otak memicu spekulasi tentang kondisi pemimpin Korea Utara itu. Ia disebut koma dan dibawa ke Beijing, Tiongkok, untuk menjalani perawatan darurat, tetapi kabar tersebut belum terverifikasi.

Di tengah rumor itu, media pemerintah Korea Utara merilis foto Kim saat mengunjungi pameran sepatu dan pakaian pada Senin, 19 Oktober 2026. Ia terlihat memeriksa sepatu anak-anak dan mantel perempuan.

Menurut laporan Korean Central News Agency (KCNA), Kim mengunjungi pameran tersebut pada Senin. Namun, belum ada verifikasi yang memastikan kapan foto itu diambil.

Rumor tersebut turut memicu spekulasi suksesi kepemimpinan Korea Utara, dengan nama Kim Yo Jong dan Kim Ju Ae ikut disebut. Sementara itu, kabar pengerahan pasukan Cina dan dugaan perebutan kekuasaan belum terkonfirmasi.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un lakukan komunikasi telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: KCNA

Asal Usul Rumor Kematian Kim Jong Un

Rumor kabar kematian Kim Jong Un bermula dari sejumlah unggahan @xie_wanjun di platform X. Ia dikenal sebagai aktivis oposisi asal Cina yang tinggal di Amerika Serikat dan memiliki keterkaitan dengan Partai Demokrasi Cina.

Xie menyampaikan dugaan bahwa Kim meninggal karena pendarahan otak. Dalam unggahan yang sama, ia mengaitkan kabar tersebut dengan keberadaan 9.000 tentara Cina di Pyongyang yang disebut-sebut disiapkan untuk menghadapi kemungkinan konflik perebutan kekuasaan.

Ia turut menyebut Kim Ju Ae, putri Kim Jong Un, sebagai sosok yang rencana suksesi kepemimpinannya berpotensi terdampak oleh kabar tersebut. Menurut Xie, pasukan Cina dikerahkan untuk membantu mempertahankan stabilitas pemerintahan yang kelak dipimpin Kim Ju Ae.

“Rumor yang beredar bahwa Kim Jong Un telah meninggal dunia menggagalkan rencana suksesi Kim Ju Ae dan berpotensi menjerumuskan Korea Utara ke dalam perang saudara. Partai Komunis Tiongkok dilaporkan telah mengirimkan 9.000 tentara ke Pyongyang untuk membantu Kim Ju Ae dalam menstabilkan rezimnya,” tulis Xie melalui akun @xie_wanjun, dikutip Selasa, 20 Oktober 2026.

Xie juga mengaitkan situasi tersebut dengan kesiapan militer Cina. Ia menyatakan Komando Teater Utara Tentara Pembebasan Rakyat Cina telah memasuki status siaga tingkat III untuk menghadapi kemungkinan perang saudara di Korea Utara.

Dalam unggahannya, Xie mengklaim militer menghentikan kunjungan keluarga, perjalanan luar wilayah, demobilisasi, dan pensiun, serta memanggil kembali personel dan memperketat akses keluar-masuk.

Selain membahas militer, Xie menyampaikan dugaan mengenai penanganan medis Kim. Ia mengklaim Peking Union Medical College Hospital di Beijing mengirimkan tim spesialis ke Korea Utara pada 17 Oktober untuk menangani Kim yang disebut mengalami pendarahan otak parah.

“Pada tanggal 17 Oktober, Rumah Sakit Peking Union Medical College mengirimkan tim ahli medis di bidang kardiovaskular dan serebrovaskular ke Korea Utara untuk turut serta dalam upaya penyelamatan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang saat itu berada dalam kondisi kritis,” tulis Xie.

Xie kemudian menguraikan dugaan bahwa Kim kehilangan kesadaran sebelum dipindahkan ke Beijing untuk menjalani perawatan. Ia menyatakan upaya medis tersebut berakhir tanpa keberhasilan dan jenazah Kim dibawa kembali ke Korea Utara secara diam-diam.

Pada 20 Oktober, Xie mengalihkan unggahannya pada isu pengganti kepemimpinan. Ia menyatakan Kim Yo Jong, adik perempuan Kim, telah mengambil alih kekuasaan, bukan Kim Ju Ae seperti yang sebelumnya ia sebut dalam klaim mengenai rencana suksesi.

Xie mengklaim Kim Yo Jong mengaktifkan kembali siaran pengeras suara ke Korea Selatan, melepaskan 201 tembakan peringatan, dan mengisyaratkan peningkatan kemampuan serangan taktis Korea Utara.

Menurut penilaian Xie, langkah itu bertujuan memperkuat kendali Kim Yo Jong atas militer dan kekuasaannya. Namun, seluruh klaim tersebut belum terverifikasi secara independen.

Sebelum foto kunjungannya ke pameran sepatu dan pakaian beredar, Kim terakhir terlihat pada 11 Oktober saat meresmikan Museum Revolusi Pertahanan Nasional bersama Kim Ju Ae di lokasi yang dirahasiakan.

Analis Korea Utara Benedict Rogers menilai Pyongyang akan menunjukkan bukti kondisi Kim jika rumor kematiannya meluas. Menurutnya, kematian pemimpin Korea Utara biasanya diikuti prosesi berkabung resmi yang disiarkan kepada publik.

“Dia tidak tampak seperti orang yang sehat,” ujar Rogers, dikutip dari Turkiye Today, Senin, 19 Oktober 2026.

Rogers juga menilai kondisi fisik Kim Jong Un perlu diperhatikan. “(Kim Jong Un) mengalami kelebihan berat badan yang ekstrem,” tambahnya.

Kabar serupa pernah menjadi perbincangan pada 2020, ketika Kim tidak muncul di hadapan publik selama beberapa waktu. Ketidakhadirannya kala itu memunculkan dugaan mengenai kondisi kesehatan dan kemungkinan kematiannya.

Ji Seong-ho, mantan warga Korea Utara yang melarikan diri ke Korea Selatan dan kemudian menjadi anggota parlemen, pernah mengklaim Kim meninggal usai operasi kardiovaskular. Namun, Kim kembali muncul di publik dan Ji meminta maaf atas klaim keliru tersebut.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un. Foto: Anadolu

Foto Terbaru Kim Jong Un di Tengah Rumor Kematian

Dilansir dari Korean Central News Agency (KCNA), Kim Jong Un mengunjungi pameran sepatu dan pakaian pada Senin, 19 Oktober 2026. Foto-foto yang dirilis media pemerintah Korea Utara memperlihatkan Kim bersama sejumlah pejabat.

Salah satu foto menunjukkan Kim membungkuk untuk memeriksa sepatu kecil berwarna merah muda yang dipegang seorang perempuan. Dalam foto lain, ia terlihat merentangkan kedua tangan saat berbicara dengan seorang pejabat.

Foto berikutnya memperlihatkan Kim menjulurkan tangan ke arah lengan mantel perempuan yang dipajang pada manekin. Sejumlah pejabat tampak mendampinginya selama kunjungan tersebut.

Namun, waktu pengambilan foto dan keasliannya belum diverifikasi secara independen. Foto-foto itu juga belum cukup untuk memastikan kondisi kesehatan Kim, sementara pemerintah Korea Utara belum memberikan penjelasan khusus mengenai rumor kematiannya.

Kondisi Kesehatan Kim Jong Un Jadi Sorotan

Dilansir dari New York Post, kesehatan Kim Jong Un menjadi perhatian karena informasi mengenai kondisinya terbatas. Badan Intelijen Nasional Korea Selatan memperkirakan berat badan Kim mencapai 140 kilogram pada 30 September.

Badan tersebut menilai Kim berisiko mengalami penyakit kardiovaskular akibat obesitas berat. Namun, intelijen Korea Selatan dilaporkan tidak menemukan tanda gangguan kesehatan signifikan dan menyebut Kim masih mampu menaiki tangga saat memeriksa kapal perusak.

Rumor serupa pernah beredar pada 2020 ketika Ji Seong-ho, pembelot Korea Utara yang kemudian menjadi anggota parlemen Korea Selatan, mengklaim 99 persen yakin Kim meninggal setelah operasi kardiovaskular. Klaim itu terbantahkan setelah Kim kembali muncul di hadapan publik, dan Ji kemudian meminta maaf atas informasi yang keliru.

Kim Yo Jong dan Kim Ju Ae Disorot dalam Isu Suksesi

Rumor kematian Kim turut memunculkan spekulasi mengenai siapa yang akan memimpin Korea Utara jika ia tidak lagi mampu menjalankan tugasnya. Kim Yo Jong, adik perempuan Kim, menjadi salah satu nama yang disebut dalam klaim tersebut.

Sementara itu, Kim Ju Ae, putri Kim Jong Un, juga kerap menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai penerus kepemimpinan. Badan intelijen Korea Selatan sebelumnya disebut menilai Kim Ju Ae sedang dipersiapkan sebagai penerus, tetapi ia belum secara resmi diumumkan sebagai calon pengganti ayahnya.

Kim Ju Ae pertama kali muncul di hadapan publik pada November 2022 saat mendampingi ayahnya dalam kegiatan peluncuran rudal. Ia juga terlihat mendampingi Kim dalam kunjungan ke Cina pada tahun-tahun berikutnya.

Jika suatu saat Kim Ju Ae memimpin Korea Utara, ia berpotensi menjadi perempuan pertama yang memimpin negara tersebut dalam dinasti Kim. Namun, hingga kini belum ada pengumuman resmi yang memastikan siapa penerus Kim Jong Un.

Berbagai klaim mengenai kematian Kim masih beredar. Pemerintah Korea Utara dan Cina belum mengonfirmasi kabar tersebut maupun dugaan pengerahan pasukan.

(Arga Sumantri)