Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Anadolu Agency)
Trump Ingin Pihak Lain Gantikan Zelensky dalam Perundingan Damai Ukraina-Rusia
Muhammad Reyhansyah • 20 October 2026 15:17
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan mungkin sudah waktunya pihak lain menggantikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam perundingan untuk mengakhiri perang dengan Rusia.
“Zelensky tidak tahu apa yang dibicarakannya. Dia seharusnya sudah menyelesaikan perang ini sejak lama. Jika dia mendengarkan saya, dia pasti sudah mendapatkan kesepakatan yang jauh lebih baik sejak dulu,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dikutip dari TRT World, Selasa, 20 Oktober 2026.
“Saya pikir sudah waktunya orang lain berunding atas nama Ukraina. Apa yang terjadi sekarang? Banyak sekali orang yang tewas. Mereka kehilangan populasi laki-laki mereka,” ujarnya.
“Mungkin sudah waktunya Zelensky meminta orang lain untuk berunding,” tambah Trump.
Trump menilai Zelensky tidak banyak membantu penyelesaian konflik dan menuduh pemimpin Ukraina itu tidak ingin menghentikan perang.
“Zelensky tidak banyak membantu keadaan. Saya pikir dia tidak ingin menghentikannya, tetapi saya ingin melihat orang-orang berhenti tewas,” kata Trump.
“Kami telah memberikan banyak hal kepada Ukraina. Mereka tidak memberikan apa pun kepada kami,” lanjutnya.
Trump mengatakan perlucutan senjata nuklir akan menjadi salah satu prioritas dalam usulan pertemuan trilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk membahas Ukraina.
“Kami akan membahas senjata nuklir dan perlucutan senjata nuklir,” kata Trump.
Ia mengklaim AS memiliki persenjataan nuklir lebih banyak dibandingkan negara mana pun, disusul Rusia di posisi kedua dan Tiongkok di posisi ketiga. Menurut Trump, Tiongkok tengah mengejar ketertinggalannya dan diperkirakan membutuhkan sekitar lima tahun.
Ketika ditanya apakah bersedia bertemu Putin dan Xi untuk membahas pengakhiran perang tanpa kehadiran Zelensky, Trump mengatakan akan melakukan segala upaya yang bisa dilakukannya untuk mengakhiri konflik, terlepas dari siapa yang hadir.
“Saya akan melakukan apa pun yang bisa saya lakukan untuk mengakhiri perang, baik seseorang hadir maupun tidak,” ujarnya.
Zelensky Kritik Pelonggaran Sanksi
Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan pada Minggu bahwa Putin mengusulkan pertemuan trilateral dengan Trump dan Xi pada November untuk membahas perang di Ukraina.Laporan tersebut muncul setelah Trump mengumumkan kesepakatan pembelian bahan bakar diesel Rusia dan kemudian menandatangani perintah eksekutif yang memberikan pengecualian terhadap sejumlah sanksi utama bagi Moskow.
Zelensky mengkritik langkah tersebut dan memperingatkan bahwa pelonggaran sanksi tanpa penurunan eskalasi yang jelas dan berkelanjutan dari Rusia merupakan tanda kelemahan.
“Setiap pelonggaran sanksi terhadap Rusia tanpa kesepakatan deeskalasi yang jelas dan berkelanjutan dengan Rusia merupakan kelemahan yang nyata,” kata Zelensky.
Trump juga mengatakan Rusia dan Tiongkok hanya memberikan dukungan terbatas kepada Iran, meskipun kedua negara memiliki hubungan dekat dengan Teheran.
Baca juga: AS Minta Zelensky Fokus Akhiri Perang, Bantah Hentikan Skema Berbagi Intelijen