TNI-ADF gelar latihan gabungan Keris Woomera 2026. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.
Perkuat Kerja Sama, 2.000 Personel TNI-ADF Gelar Latihan Gabungan
Muhammad Adyatma Damardjati • 20 October 2026 15:06
Jakarta: Personel TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia atau Australian Defence Force (ADF) menggelar latihan gabungan Keris Woomera 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur. Latihan ini melibatkan ribuan personel gabungan dari tiga matra.
"Dulu dua tahun lalu latihan ini di tingkat angkatan laut dengan angkatan lautnya Australia, khususnya marinirnya. Namun di tahun ini porsi ini dibesarkan di tingkat TNI jadi tiga matra," ujar Dankodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika dalam konferensi pers di Puslatpur Baluran, Selasa, 20 Oktober 2026.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah selesai kegiatan latihan ini dan melibatkan kurang lebih 2.000 personel serta berbagai macam alutsista di antara kedua negara,” kata Naudi.
Naudi menambahkan, pembentukan interoperabilitas antarangkatan ditujukan untuk mengasah tingkat profesionalisme prajurit secara individu maupun satuan. Kedua negara juga mencari bentuk kerja sama baru dalam latihan bersama.
“Kita melatih profesionalisme kita, mulai dari pasukan secara perorangan, kemudian satuan. Kita di sini mencari bentuk-bentuk lain yang bisa kita komunikasikan, kita kerjasamakan,” kata Naudi.

Dankodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika bersama Commander Joint Operations ADF Vice Admiral Justin Jones. Foto: Metro TV/Muhamamd Adyatma Damardjati.
Sementara itu, Commander Joint Operations ADF Vice Admiral Justin Jones menyebut Keris Woomera 2026 sebagai pusat proyeksi kekuatan militer Australia terbesar sepanjang 2026. Kegiatan di lepas pantai ini menjadi ajang strategis bagi ADF.
“Ini menjadi pusat proyeksi kekuatan dan aktivitas lepas pantai terbesar kami bagi Australian Defence Force pada 2026,” ujar Jones.
Jones menegaskan latihan gabungan tahun ini turut mencetak sejarah baru bagi ADF di luar wilayah kekuasaannya. Salah satunya lewat aksi penempatan dan penembakan sistem roket High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) untuk pertama kalinya.
“Itu adalah penempatan lepas pantai pertama dari kemampuan HIMARS kami, High Mobility Artillery Rocket System,” ujar Jones.
Selain roket HIMARS, pengerahan pesawat dukungan darat PC-21 dari Skadron 4 Royal Australian Air Force (RAAF) juga menjadi yang pertama di kawasan ini sejak era Perang Dunia II. Kehadiran armada udara tersebut melengkapi matra latihan gabungan kedua negara.
“Juga penempatan pertama pesawat dukungan darat PC-21 dari Skadron 4 Royal Australian Air Force. Itu penempatan pertama di kawasan ini sejak Perang Dunia II,” ujar Jones.