Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin, 3 Agustus 2026. ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS
2 dari 4 Korban Tewas Kebakaran Bromo Karyawan Hotel, Ini Identitasnya
Lukman Diah Sari • 16 October 2026 15:28
Probolinggo: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo merenggut nyawa, dua dari empat korban jiwa diketahui bernama Sefril dan Wisnu, relawan yang merupakan karyawan hotel setempat. Keduanya meninggal di lokasi kejadian usai terjebak api saat berupaya memadamkan karhutla.
Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, membenarkan bahwa dari total empat korban yang gugur, dua di antaranya merupakan karyawan hotel yang turun secara sukarela. Sementara dua orang lainnya adalah petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), yakni Sukaris dan Hendra Roni.
Oemar menjelaskan, peristiwa ini bermula pada Kamis, 15 Oktober 2026. "Personel gabungan dari TNBTS bersama relawan dari karyawan hotel menuju lokasi untuk memadamkan api (di lereng Pusung Lingker, Desa Ngadirejo) sekitar pukul 10.20 WIB," jelasnya saat dihubungi, Jumat, 16 Oktober 2026, melansir Antara.
Namun, saat tim evakuasi berhasil menerobos masuk pada pukul 14.29 WIB, Sefril, Wisnu, dan Sukaris ditemukan telah meninggal dunia di lokasi. Jenazah ketiganya kemudian dievakuasi pada sore hari menuju RSUD Tongas.

Ilustrasi wisata Gunung Bromo ditutup karena kebakaran. (Metrotvnews.com)
Sementara itu, Hendra Roni, yang awalnya ditemukan kritis dengan luka bakar parah, akhirnya mengembuskan napas terakhir di RSUD Tongas pada pukul 18.59 WIB.
Selain merenggut empat nyawa, api juga mengakibatkan dua korban lainnya kritis. Mereka adalah Suraji (relawan karyawan hotel) dan Munawi (petugas TNBTS), yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.