Pemkab Deli Serdang Relokasi Warga Terdampak Erosi Sungai Ular

Bupati Deli Serdang AsriLudin Tambunan bersama rombongan saat meninjau bantaran Sungai Ular di Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang pada Selasa, 3 November 2026. ANTARA/Juraidi

Pemkab Deli Serdang Relokasi Warga Terdampak Erosi Sungai Ular

Silvana Febiari • 3 November 2026 14:24

Deli Serdang: Pemkab Deli Serdang, Sumatra Utara, menyiapkan langkah penanganan erosi parah di bantaran Sungai Ular, Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang, akibat banjir. Upaya tersebut meliputi relokasi warga dari kawasan rawan dan penataan bantaran sungai menjadi jalur hijau untuk mencegah jatuhnya korban.

“Saya langsung meninjau saudara-saudara kita yang terdampak longsor di pinggir sungai. Kita lihat memang sudah sepanjang daerah sungai itu mulai tergerus. Sungai itu juga sudah semakin lebar,” kata Bupati Deli Serdang Asri Luddin Tambunan, dilansir dari Antara, Selasa, 3 Oktober 2026. 

Banjir yang terjadi pada Kamis dini hari, 29 Oktober 2026, itu menyebabkan 11 rumah warga rusak dengan bagian belakang bangunan runtuh akibat tanah di sekitar bantaran sungai terus tergerus arus air. Badan jalan juga mengalami keretakan karena tanah di sekitarnya terus terkikis. 


Saat melihat kondisi bibir sungai, Asri menyebut pengikisan telah terjadi di sepanjang kawasan tersebut. Bahkan, lebar sungai yang sebelumnya diperkirakan sekitar 20 meter kini telah mencapai 40 hingga 50 meter.   

Terkait itu, Asri memutuskan warga yang terdampak tidak diizinkan kembali tinggal di kawasan tersebut. Sebagai gantinya, warga terdampak akan direlokasi ke hunian sementara (huntara) yang lebih layak agar tidak lagi menempati tenda darurat.  

“Beberapa ada yang tinggal di rumah saudara. Meskipun di tenda, kita lengkapi semuanya, mulai dari makanan, air bersih, administrasi kependudukan, sampai kebutuhan pendidikan anak-anak yang terdampak. Kita berharap masyarakat tetap semangat melanjutkan kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Terkait relokasi, Pemkab Deli Serdang segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk pihak PTPN melalui Adolina, untuk sinergi penyediaan lahan bagi warga terdampak. Relokasi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan menyiapkan hunian sementara sebelum dilanjutkan ke hunian tetap.


Bupati Deli Serdang AsriLudin Tambunan bersama rombongan saat meninjau bantaran Sungai Ular di Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang pada Selasa, 3 November 2026. ANTARA/Juraidi


Kajian menyeluruh juga dilakukan untuk menentukan langkah penanganan dan masa depan permukiman di kawasan tersebut. Kawasan bantaran sungai yang ditinggalkan nantinya diharapkan dapat ditata menjadi jalur hijau agar tidak kembali dimanfaatkan sebagai permukiman.

“Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya PTPN Adolina, untuk merelokasi masyarakat. Kita siapkan tempat sementara, kemudian nantinya berlanjut ke hunian tetap. Kita berharap kawasan ini seluruhnya bisa menjadi jalur hijau agar tidak ada lagi korban di kemudian hari,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, ancaman erosi masih berpotensi meluas apabila hujan deras dan peningkatan debit sungai kembali terjadi. Relokasi menjadi bagian penting dari upaya melindungi masyarakat, mengingat permukiman yang masih tersisa juga berisiko terdampak jika sungai kembali meluap.

Selain memastikan kebutuhan pokok terpenuhi, administrasi kependudukan warga yang terdampak juga telah diterbitkan kembali. Akses internet dan televisi juga diberikan di tenda hunian sementara untuk menunjang kenyamanan warga selama mengungsi serta membantu mereka tetap memperoleh informasi dan berkomunikasi.

“Persoalan mereka saat ini adalah tempat tinggal, tetapi aktivitas sehari-hari harus tetap bisa berjalan,” ucapnya.

(Silvana Febiari)