Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Medan Latih 200 Warga dengan Berbagai Keahlian

Peserta Pelatihan Bersasis Kompetensi Pemerintah Kota Medan ANTARA/HO-Humas Pemkot Medan

Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Medan Latih 200 Warga dengan Berbagai Keahlian

Silvana Febiari • 5 November 2026 07:02

Medan: Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menggelar pelatihan berbasis kompetensi yang menjaring generasi-generasi muda. Langkah ini menjadi salah satu upaya menekan angka pengangguran.

"Kegiatan kali ini kita melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sebagai bekal di dunia kerja," kata Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas, dikutip dari Antara, Kamis, 5 November 2026. 

Pelatihan yang diikuti 200 peserta tersebut mencakup berbagai bidang keahlian. Mulai dari operator forklift, teknisi pendingin, barista, barber, hingga keahlian khusus lainnya.


"Ini menjadi upaya kita untuk menjembatani para pencari kerja agar siap terserap langsung di dunia kerja," ujarnya.

Rico juga menekankan pentingnya masyarakat memiliki keterampilan mumpuni saat mencari pekerjaan. Hal ini menjadi salah satu kualifikasi utama dunia usaha dalam menjaring tenaga kerja.

"Saat ini perusahaan tidak lagi sekadar mencari ijazah, melainkan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan," ungkapnya.

Menurutnya, keterampilan spesifik dapat meningkatkan peluang pencari kerja untuk diterima di perusahaan sesuai bidang keahliannya. Karena itu, masyarakat perlu tekun mengasah kemampuan agar lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

"Mari asah kemampuan kita terkhusus di sektor yang adaptif terhadap kemajuan zaman dan teknologi," tutur dia.


Ilustrasi para pencari kerja. Foto: dok MI/Usman Iskandar.


Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan menjelaskan, program tersebut menindaklanjuti aspirasi anggota DPRD dan masyarakat, termasuk melalui kegiatan Sapa Warga.

Selain memperoleh keterampilan dan sertifikasi, peserta juga berpeluang mendapatkan penempatan kerja maupun bantuan peralatan untuk memulai usaha mandiri.

(Silvana Febiari)