Parade Juang Surabaya 2026 Hadirkan Rekonstruksi Pertempuran 10 November

Arsip - Kegiatan Parade Surabaya Juang 2025. ANTARA/HO-Pemkot Surabaya

Parade Juang Surabaya 2026 Hadirkan Rekonstruksi Pertempuran 10 November

Whisnu Mardiansyah • 27 October 2026 19:26

Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, melibatkan 2.150 peserta dalam Parade Surabaya Juang 2026. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), prajurit TNI dan Polri, anggota Paskibraka, komunitas pecinta sejarah, pemuda, hingga komunitas masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan parade tersebut dirancang untuk menghadirkan kembali semangat perjuangan bangsa melalui perpaduan rekonstruksi sejarah, nilai kebangsaan, dan pertunjukan budaya.

"Kehadiran mereka akan membentuk rangkaian parade yang memadukan rekonstruksi sejarah, nilai kebangsaan, dan ekspresi budaya dalam satu perayaan untuk mengenang perjuangan bangsa," kata Herry di Surabaya, seperti dilansir Antara, Selasa, 27 Oktober 2026.

Parade Surabaya Juang 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026, dengan mengusung tema “Suroboyo Wani”. Kegiatan ini akan menampilkan kisah perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui pertunjukan teatrikal, parade kepahlawanan, serta pementasan seni dan musik di sepanjang rute.
 


Herry mengajak masyarakat untuk menyaksikan kegiatan tersebut bersama keluarga, termasuk mengajak anak-anak dan generasi muda agar lebih mengenal sejarah perjuangan bangsa.

"Mari datang bersama keluarga, ajak anak-anak dan generasi muda untuk menyaksikan Parade Surabaya Juang 2026. Kita ramaikan Surabaya, kita kenang jasa para pahlawan, dan kita buktikan bahwa semangat Suroboyo Wani tetap menyala dalam diri masyarakat," katanya.

Parade akan dimulai pukul 14.30 WIB dari Tugu Pahlawan di Jalan Pahlawan dan berakhir di kawasan Balai Pemuda atau Alun-Alun Surabaya, Jalan Gubernur Suryo. Jarak rute yang dilalui peserta diperkirakan mencapai 2,5 kilometer.

Sepanjang perjalanan, penonton dapat menyaksikan rangkaian adegan yang menggambarkan sejarah perjuangan rakyat Surabaya. Kisah yang ditampilkan mencakup perlawanan terhadap ultimatum Sekutu hingga Pertempuran 10 November 1945.


Salah satu penampilan dalam kegiatan Parade Surabaya Juang 2025. Antara/ HO-Pemkot Surabaya


Salah satu tokoh yang diangkat dalam parade tersebut ialah Soegiarto, pemain Persebaya yang meninggalkan lapangan hijau untuk ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kisah ini menggambarkan keterlibatan berbagai kalangan dalam perjuangan bangsa.

Selain itu, pertunjukan teatrikal perjuangan Tentara Genie Pelajar (TGP) akan ditampilkan di kawasan perempatan gedung eks-Siola. Adapun atraksi yang menggambarkan Pertempuran 10 November 1945 dijadwalkan berlangsung di titik akhir parade.

Menurut Herry, tema “Suroboyo Wani” tidak hanya berkaitan dengan keberanian para pejuang dalam pertempuran, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui pendidikan, kreativitas, prestasi, pelestarian budaya, olahraga, serta kepedulian terhadap sesama.

“Semangat wani harus terus hidup dalam diri arek-arek Suroboyo. Kalau dahulu para pejuang berani mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan, sekarang kita bisa meneruskannya dengan berani belajar, berkarya, berprestasi, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi kota,” katanya.

(Whisnu M)