Ilustrasi proyek yang dibiayai IIF. Foto: Dok IIF
IIF Perkuat Pengelolaan Risiko ESG dalam Pembiayaan Infrastruktur
Eko Nordiansyah • 23 October 2026 13:05
Jakarta: PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memperkuat praktik keberlanjutan dan pengelolaan risiko Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan bisnis dan investasi klien. Komitmen tersebut didukung oleh penerapan Climate Risk Management yang telah terintegrasi ke dalam kerangka Enterprise Risk Management IIF.
"Sejak 2025, Policy Implementation Procedure (PIP) Climate Risk Management telah diterapkan pada proyek yang sedang berjalan maupun proyek dalam pipeline untuk membantu meningkatkan ketahanan terhadap risiko iklim fisik dan risiko transisi," kata Presiden Direktur & CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Oktober 2026.
Selain itu, IIF juga telah mengadopsi International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan IFRS S2. Langkah ini menyelaraskan praktik pelaporan IIF dengan standar internasional sekaligus meningkatkan keyakinan investor dan pemangku kepentingan terhadap kualitas tata kelola, serta pengelolaan risiko keberlanjutan IIF.
IIF meraih Operational Innovation of the Year-Financial Services pada ajang Asian Innovation Excellence Awards 2026 atas upaya menghadirkan solusi dan nilai tambah bagi para klien di sektor infrastruktur. IIF juga meraih Best ESG Advisory dan Best ESG Service Provider pada ajang Corporate Treasurer Awards 2026.
"Inovasi, layanan advisory, dan penguatan kapabilitas ESG yang dikembangkan IIF membantu klien menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kebutuhan akan pengambilan keputusan yang lebih cepat, pengelolaan risiko iklim, hingga peningkatan akses terhadap sumber pembiayaan berkelanjutan," ujar dia.

(IIF meraih penghargaan pada ajang Asian Innovation Excellence Awards 2026. Foto: Dok IIF)
Penguatan kapabilitas klien
Rizki mengungkapkan, IIF menerapkan praktik terbaik berdasarkan standar internasional dalam pembiayaan, manajemen risiko, tata kelola, hingga standar perlindungan sosial dan lingkungan. Selain menyediakan layanan pembiayaan dan advisory, IIF turut memperkuat kapasitas klien melalui berbagai program knowledge sharing dan capacity building."Salah satunya adalah pelatihan pengukuran emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang diselenggarakan untuk membantu klien memahami metodologi penghitungan emisi dan meningkatkan kesiapan dalam memenuhi tuntutan pelaporan keberlanjutan yang terus berkembang," jelas dia.
Peran aktif IIF dalam mendorong praktik infrastruktur berkelanjutan juga mendapat perhatian internasional dalam berbagai forum global sepanjang 2025-2026. Keterlibatan ini menunjukkan besarnya perhatian komunitas internasional terhadap pengalaman Indonesia dalam mengembangkan pembiayaan infrastruktur yang berkelanjutan dan inklusif.
Bagi klien, pengakuan internasional yang diterima IIF menjadi validasi atas manfaat nyata dari inovasi operasional, layanan advisory, serta penguatan aspek ESG. Ia menegaskan, IIF akan terus berupaya menghadirkan solusi dan nilai tambah bagi para klien di sektor infrastruktur dengan praktik keberlanjutan dan pengelolaan risiko ESG.
"Dengan mengombinasikan pembiayaan, advisory, dan inovasi berbasis data, IIF akan terus mendukung pengembang proyek, BUMN, dan pelaku usaha dalam mewujudkan proyek infrastruktur yang lebih bankable, tangguh, dan berkelanjutan bagi Indonesia," ungkap dia.