Trump Mengaku Tak Terlibat dalam Penggeledahan Rumah Lawan Politiknya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu

Trump Mengaku Tak Terlibat dalam Penggeledahan Rumah Lawan Politiknya

Fajar Nugraha • 13 October 2026 08:58

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin mengatakan bahwa pihak berwenang federal sedang menyelidiki anggota DPR dari Partai Demokrat, Ilhan Omar, secara cermat.

Trump membantah adanya keterlibatan pribadi dalam penyelidikan terhadap anggota Kongres asal Minnesota tersebut.

Saat berbicara kepada wartawan ketika hendak meninggalkan Gedung Putih menuju Ohio, Trump mengkritik Omar dan menyatakan bahwa keputusan terkait penyelidikan tersebut berada di tangan Departemen Kehakiman (DOJ).

"Saya paham mereka sedang menyelidikinya dengan sangat cermat," ujar Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa 13 Oktober 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah agen federal melaksanakan surat perintah penggeledahan yang disetujui pengadilan di kediaman Omar di Washington, DC, pada pukul 06.00 waktu setempat. Menurut media setempat, Departemen Kehakiman menyatakan bahwa tindakan penegakan hukum tersebut "merupakan bagian dari penyelidikan pidana federal yang sedang berlangsung."

"Secara pribadi, menurut saya dia orang yang sangat tidak jujur, tetapi hal itu tidak ada kaitannya dengan saya,” ucap Trump.

"Menurut saya dia orang yang sangat buruk, tapi itu sepenuhnya wewenang DOJ, saya tidak terlibat sama sekali," kata Trump.

Sebelumnya pada Senin, Omar mengkritik penggeledahan federal di rumahnya dan menyebut operasi tersebut sebagai upaya pemerintahan Trump untuk mengintimidasi lawan politik.

"Jangan salah sangka: ini adalah upaya untuk menargetkan musuh politik dan menjadikan penegak hukum federal sebagai senjata," tulis Omar di platform X.

"Saya tidak akan dibungkam,” tegas Omar.

Anggota DPR asal Minnesota tersebut -,yang merupakan warga Amerika keturunan Somalia pertama di Kongres AS,- berpendapat bahwa penggeledahan itu menandai eskalasi terbaru dalam pola pelecehan yang telah berlangsung selama satu dekade, seraya mengatakan bahwa Trump telah menargetkannya dengan "kebohongan tak berdasar dan kampanye fitnah."

Setelah keluarganya mendapatkan suaka, Omar tiba di AS pada 1995 dalam usia 12 tahun dari negara Afrika, Somalia, tempat kelahirannya.

Ketegangan antara anggota parlemen tersebut dan Trump semakin memanas di tengah tindakan keras federal terkait imigrasi di seluruh wilayah Minnesota.

(Fajar Nugraha)