Suasana pengukuhan Professor of Practice in Environmental Economics Universiti Geomatika Malaysia. Dok. Istimewa
Universiti Geomatika Terus Buka Ruang Kolaborasi Akademik Indonesia–Malaysia
Achmad Zulfikar Fazli • 4 October 2026 14:32
Melaka: Salah seorang birokrat pemerintahan Indonesia sekaligus akademisi dan aktivis, Tasdiyanto dikukuhkan sebagai Professor of Practice in Environmental Economics Universiti Geomatika Malaysia. Pengukuhan berlangsung di hadapan pimpinan universitas dan Majelis Syarahan Profesor Universiti Geomatika Malaysia.
Presiden ASEAN Academic Association (ASEANACA) Tulus Suryanto mengapresiasi pengukuhan tersebut. Apalagi, Tasdiyanto memiliki pengalaman panjang di pemerintahan pada bidang lingkungan.
“Terima kasih kepada Universiti Geomatika Malaysia yang terus membuka ruang kolaborasi akademik Indonesia–Malaysia. Semoga pengalaman Dr. Tasdiyanto memberi kontribusi nyata bagi pendidikan dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Tulus dalam keterangan tertulis, Minggu, 4 Oktober 2026.
Sementara itu, Vice Chancellor Universiti Geomatika Malaysia, Mazrin Rohizaq Che Rose mengatakan pengukuhan tersebut sebagai upaya universitas mempertemukan pengalaman praktis dengan dunia akademik.
“Professor of Practice diharapkan membawa pengalaman nyata dari dunia profesional dan pemerintahan ke lingkungan universitas, serta memperkuat kolaborasi internasional, khususnya antara Malaysia dan Indonesia,” ujar Mazrin.

Tasdiyanto dikukuhkan sebagai Professor of Practice in Environmental Economics Universiti Geomatika Malaysia. Dok. Istimewa
Tasdiyanto pernah menjadi Sekjen Komnas HAM RI (2017–2021), Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2021 - 2025), Staf Ahli Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (2025 - 2026), merangkap sebagai Plt. Deputi Kantor Staf Presiden (2025). Ia juga merupakan pengajar di Birokrasi, atau Widyaiswara Ahli Utama.
Dia meraih doktor Ilmu Lingkungan UGM dengan predikat cum laude pada 2010. Dia juga menjadi Advisory Board Sekolah Pascasarjana UGM dan pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia.
Tasdiyanto mengatakan pengukuhan ini merupakan amanah untuk ikut membangun generasi penerus melalui dunia pendidikan. Bangsa Indonesia memerlukan cara-cara baru untuk meraih pertumbuhan ekonomi delapan persen dan menjadi negara maju yang berperadaban ramah lingkungan.
“Environmental economics harus mampu mempertemukan kepentingan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan,” kata Tasdiyanto.