Kabut asap menyelimuti wilayah pesisir di Kota Tanjungpinang, Kepri, Rabu (7/10/2026). ANTARA/Ogen
BMKG: Jarak Pandang di Pulau Bintan Menurun Imbas Kabut Asap Kiriman
Lukman Diah Sari • 7 October 2026 15:37
Tanjungpinang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan kabut asap kiriman luar daerah kembali menyelimuti wilayah Pulau Bintan. Kondisi tersebut memicu penurunan jarak pandang pada kisaran 1-3 kilometer.
"Kondisi penurunan jarak pandang ini berkaitan dengan keberadaan kabut asap dari luar daerah," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang Rizqi Nur Fitriani di kantornya, Rabu, 7 Oktober 2026, melansir Antara.
Kondisi angin yang dominan bertiup dari arah tenggara hingga selatan di sekitar Pulau Bintan, menurut dia, memengaruhi potensi terbawanya massa udara dan partikel asap karhutla dari wilayah sumber menuju ke Pulau Bintan dan sekitarnya.
"Kualitas udara di wilayah Kepri saat ini perlu jadi perhatian bersama, khususnya di Batam, sudah masuk kategori tidak sehat. Peningkatan aktivitas karhutla di luar Pulau Bintan sangat memengaruhi kualitas udara melalui sebaran kabut asap," jelas dia.

Ilustrasi. Kabut asap menutupi kawasan permukiman di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (5/10/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan/agr)
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta dampak kiriman asap dari wilayah Sumatera, Kalimantan, dan wilayah sekitarnya. Masyarakat juga diminta untuk memperhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi dengan cepat, terutama.saat melakukan aktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan.
"Pantau terus perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk menggunakan masker yang sesuai sebagai langkah perlindungan terhadap dampak penurunan kualitas udara," ujarnya.
Rizqi menambahkan masyarakat dapat memantau informasi cuaca dan perkembangan kondisi atmosfer terkini melalui aplikasi InfoBMKG dan laman resmi BMKG. Selain itu informasi cuaca secara berkala bisa dipantau di platform media sosial resmi BMKG Tanjungpinang melalui laman Instagram @stamet.tanjungpinang.bmkg.