Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Pontianak Kembali Belajar dari Rumah

Siswa di Pontianak saat berangkat sekolah. ANTARA/HO-Prokopim Pontianak

Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Pontianak Kembali Belajar dari Rumah

Silvana Febiari • 7 October 2026 10:24

Pontianak: Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kembali memberlakukan Belajar dari Rumah (BDR) bagi satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, dan SPNF mulai Rabu, 7 Oktober 2026. Kebijakan tersebut menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

“Berdasarkan pengamatan kualitas udara pada indikator ISPU yang telah mencapai kategori berbahaya, kami menyampaikan kepada seluruh satuan pendidikan untuk melaksanakan Belajar dari Rumah,” ujarnya Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Hermawan Eko Wibowo di Pontianak, dilansir dari Antara, Rabu, 7 Oktober 2026.

Disdikbud juga telah menyampaikan pemberitahuan kepada pejabat administrator dan pelaksana di lingkungan Disdikbud, koordinator pengawas, MKPS, KKPS, pengawas sekolah, serta seluruh kepala satuan pendidikan.


Pelaksanaan BDR tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dalam Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026. Kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik dari paparan udara yang tidak sehat.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak tetap menjadi prioritas. Karena itu pembelajaran sementara dilaksanakan dari rumah sampai kondisi kualitas udara kembali membaik,” katanya.

Disdikbud akan terus memantau perkembangan kualitas udara di Kota Pontianak. Pelaksanaan BDR dapat ditinjau kembali apabila kondisi udara telah membaik hingga berada pada kategori sedang atau baik.

“Kita akan melihat perkembangan kualitas udara. Apabila kondisinya sudah kembali pada kategori sedang atau baik, kebijakan ini tentu akan dievaluasi kembali,” jelasnya.


Kondisi kabut asap kian pekat di Kota Pontianak, Sabtu, 19 September 2026. (ANTARA/Dedi)


Hermawan juga meminta sekolah tetap memastikan proses pembelajaran berjalan selama BDR. Salah satunya dengan menyesuaikan metode belajar agar tidak membebani peserta didik.

Ia mengimbau orang tua ikut mendampingi anak selama pembelajaran dari rumah serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara masih berada pada kategori berbahaya.

“Yang terpenting saat ini adalah menjaga kesehatan anak-anak sambil memastikan hak mereka untuk tetap memperoleh pembelajaran terpenuhi,” ungkapnya.

(Silvana Febiari)