Saudi Aramco: Pemulihan Stok Minyak Global Bisa Mencapai 2 Tahun

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Saudi Aramco: Pemulihan Stok Minyak Global Bisa Mencapai 2 Tahun

Eko Nordiansyah • 7 October 2026 13:21

Jakarta: CEO Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan dunia membutuhkan waktu hingga dua tahun untuk membangun kembali persediaan minyak global. Ia memperingatkan tekanan pasokan dapat memburuk seiring berlanjutnya perang Amerika Serikat-Iran.

Dilansir dari CNBC, Rabu, 7 Oktober 2026, Nasser mengatakan tekanan di kedua sisi rantai pasokan minyak akan meningkat hingga Selat Hormuz kembali sepenuhnya terbuka dan kepercayaan terhadap pasar energi pulih.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang biasanya menangani sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Gangguan pelayaran melalui selat tersebut berdampak besar terhadap perekonomian global.

“Bahkan setelah itu, mengisi kembali persediaan sambil memenuhi permintaan dapat memakan waktu hingga dua tahun,” kata Nasser, dikutip dari CNBC.

Hampir 3 miliar barel pasokan hilang

Nasser mengatakan hampir tiga miliar barel pasokan minyak telah hilang sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Sementara itu, sekitar satu miliar barel telah diambil dari persediaan.

Sebagian besar berasal dari persediaan komersial. Dari sekitar 6 miliar barel yang tersisa, sebagian besar “secara praktis tidak tersedia”.

Ia menambahkan, “Sistem ini sudah berada di bawah tekanan.”
(Ilustrasi. Foto: Unplash)

G7 lepas 100 juta barel

Pernyataan Nasser disampaikan setelah negara-negara G7 sepakat melepaskan 100 juta barel diesel dan minyak mentah dari cadangan darurat, menyusul tekanan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

G7 terdiri atas Prancis, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat, dengan Prancis sebagai presidennya. Uni Eropa juga berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.

Sebuah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz pada Senin diperintahkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk berbalik atau menghadapi risiko menjadi sasaran, menurut United Kingdom Maritime Trade Operations Centre (UKMTO).

Kapal tanker tersebut mematuhi instruksi dan berbalik. Insiden terjadi sekitar 11 mil laut di utara Khasab, kota pelabuhan Oman.

Harga minyak bergerak beragam

Harga minyak jadi beragam pada Senin seiring meningkatnya ekspor minyak mentah dari Timur Tengah. Arus minyak melalui Selat Hormuz dan pipa East-West Arab Saudi juga meningkat.

Kontrak Brent Desember naik 0,7 persen menjadi USD102,92 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) November turun 0,4 persen menjadi USD90,76 per barel. (Hasri Khairunnisa)

(Eko Nordiansyah)