Warga Jepang berunjuk rasa terhadap aktivitas militer Amerika Serikat di Okinawa. (Anadolu Agency)
Pasukan AS di Okinawa Terapkan Jam Malam 30 Hari usai Dugaan Pembunuhan
Willy Haryono • 7 October 2026 19:00
Okinawa: Pasukan Amerika Serikat (AS) di Okinawa, Jepang, memberlakukan penghentian operasional selama 48 jam, larangan total konsumsi alkohol, pembatasan aktivitas di luar pangkalan, serta jam malam pukul 00.00-05.00 selama satu bulan usai seorang marinir AS ditangkap karena diduga melakukan pembunuhan.
Letnan Jenderal Benjamin T. Watson, Koordinator Wilayah Okinawa sekaligus Komandan III Marine Expeditionary Force, mengatakan pada Selasa kemarin bahwa perilaku personel militer memengaruhi kepercayaan masyarakat Okinawa dan pada akhirnya kekuatan aliansi serta keamanan kawasan.
Pengumuman tersebut disampaikan setelah Lance Cpl. Devin Jacob Ballard, 20 tahun, yang bertugas di Marine Corps Air Station Futenma, diduga membunuh Anna Yagi, 39 tahun, di sebuah hotel di Distrik Wakasa, Naha, pada Sabtu dini hari.
Polisi mengatakan Yagi meninggal akibat sesak napas setelah Ballard diduga menekan lehernya. Ballard membantah tuduhan tersebut dan kasusnya telah dilimpahkan kepada jaksa pada Senin lalu.
Warga menggelar aksi protes darurat di Okinawa City pada Minggu malam. Para peserta mengheningkan cipta untuk Yagi sekaligus mengkritik janji berulang militer AS untuk menegakkan disiplin.
Pemerintah Jepang juga memanggil utusan AS terkait insiden tersebut.
Selama periode penghentian operasional selama 48 jam, para komandan dan pejabat senior tamtama akan memimpin pelatihan bagi seluruh personel mengenai standar, disiplin, serta tanggung jawab mereka sebagai bagian dari komunitas Okinawa, kata Watson.
“Setiap anggota pasukan ini harus memahami bahwa perilaku individu memiliki konsekuensi,” ujarnya, dikutip dari Anadolu, Rabu, 7 Oktober 2026.
Selama jam malam selama 30 hari yang dimulai Jumat, seluruh personel diwajibkan kembali ke pangkalan sebelum tengah malam dan tetap berada di sana hingga pukul 05.00. Pengawasan di gerbang seluruh instalasi AS di Okinawa juga akan diperketat.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan pada Selasa bahwa sebagian latihan pesawat di Pangkalan Udara Kadena milik Angkatan Udara AS akan dipindahkan ke Pangkalan Udara Tsuiki milik Pasukan Bela Diri Udara Jepang pada 19-29 Oktober.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi beban di Okinawa, sembari menegaskan bahwa Tokyo memandang serius beban besar yang ditanggung warga Okinawa.
Okinawa menjadi lokasi sebagian besar fasilitas militer AS di Jepang.
Sekitar 50.000 hingga 55.000 personel militer AS saat ini ditempatkan di Jepang berdasarkan Perjanjian Keamanan AS-Jepang yang pertama kali ditandatangani pada 1951 dan direvisi pada 1960.
Baca juga: Jepang Desak AS Perketat Disiplin Tentara Terkait Kasus Pembunuhan di Okinawa