Jepang Desak AS Perketat Disiplin Tentara Terkait Kasus Pembunuhan di Okinawa

Juru bicara utama pemerintah Jepang, Minoru Kihara. (Anadolu Agency)

Jepang Desak AS Perketat Disiplin Tentara Terkait Kasus Pembunuhan di Okinawa

Willy Haryono • 5 October 2026 14:34

Tokyo: Jepang mendesak Amerika Serikat (AS) untuk memperketat disiplin personel militernya yang ditempatkan di negara tersebut, di tengah protes atas kasus pembunuhan dan perampokan yang diduga melibatkan seorang Marinir AS.

“Jepang dan Amerika Serikat akan bekerja sama untuk mencegah kejadian serupa terulang,” kata juru bicara utama pemerintah Jepang, Minoru Kihara, kepada wartawan di Tokyo, Senin, 5 Oktober 2026.

Mengutip dari Anadolu, pernyataan tersebut disampaikan setelah Marinir AS Devin Jacob Ballard, 20 tahun, ditangkap polisi Jepang pada Minggu kemarin atas dugaan perampokan dan pembunuhan seorang perempuan lokal di Okinawa.

Okinawa menjadi lokasi sebagian besar dari sekitar 50.000 tentara AS yang ditempatkan di Jepang berdasarkan perjanjian pertahanan kedua negara.

Ballard ditangkap sehari setelah dugaan pembunuhan Anna Yagi, 39 tahun, di sebuah hotel di ibu kota Prefektur Okinawa, Naha, pada Sabtu lalu. Menurut Kyodo News, Ballard telah diserahkan kepada jaksa pada Senin, tetapi membantah tuduhan tersebut.

Insiden itu memicu kemarahan di Okinawa dan sejumlah wilayah lain. Kementerian luar negeri dan pertahanan Jepang memanggil Duta Besar AS serta komandan Pasukan AS di Jepang.

Menurut Jiji Press, sekitar 100 orang menggelar aksi protes di luar gedung pemerintahan Prefektur Okinawa pada Minggu.

“Berapa lama lagi kami harus menanggung semua ini?” tanya para demonstran.

Kihara mengatakan Tokyo telah menyampaikan protes kepada AS di “berbagai tingkat”. Ia juga merupakan menteri yang bertanggung jawab menangani dampak keberadaan pasukan AS di Okinawa, yang telah mengalami sejumlah kasus kriminal yang melibatkan personel militer AS dan memicu kemarahan warga setempat.

“Pemerintah akan terus mendesak pihak AS untuk memperketat disiplin secara menyeluruh” di kalangan tentaranya yang ditempatkan di Jepang, kata Kihara.

Standar Disiplin

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan kejadian tersebut “sangat disesalkan” dan menyampaikan “protes keras” atas insiden itu.

Jepang meminta AS memberikan “kerja sama penuh” dalam penyelidikan serta menerapkan “disiplin ketat terhadap personel militer AS” guna mencegah kejadian serupa, kata Takaichi dalam sidang parlemen pada Senin.

Dalam aksi protes pada Minggu, seorang perempuan berusia 40-an tahun mengatakan dirinya menilai kejadian tersebut sebagai sebuah kontradiksi.

“Saya merasa ini kontradiksi bahwa seorang prajurit yang ditempatkan di pangkalan militer AS di Okinawa untuk melindungi Jepang justru membunuh warga sipil,” ujarnya.

Duta Besar AS untuk Jepang George Edward Glass mengatakan dirinya telah berbicara dengan para komandan militer AS mengenai upaya mempertahankan standar disiplin dan integritas tertinggi bagi personel militer AS.

Glass juga mengatakan telah berdiskusi dengan Komandan Marine Air Ground Task Force yang berbasis di Okinawa, Letjen Benjamin Watson, mengenai langkah selanjutnya untuk memperkuat hubungan kepercayaan dengan mitra Jepang dan masyarakat yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.

Pernyataan tersebut disampaikan Glass melalui platform media sosial X.

Baca juga: Jepang Dipenuhi Kemarahan setelah Marinir AS Rampok dan Bunuh Perempuan Okinawa

(Willy Haryono)