Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal Chairman MotoGP 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC (Injourney Tourism Development Corporation) Troy Reza Warokka saat bertemu perwakilan marshal di Sirkuit Mandalika, Selasa, 6 Agustus 2026. ANTARA/P
Seluruh Marshal MotoGP Mandalika Berasal dari Tenaga Lokal
Silvana Febiari • 7 October 2026 11:10
Mataram: Tenaga marshal untuk MotoGP di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), seluruhnya berasal dari masyarakat lokal. Sejumlah marshal asal Lombok yang awalnya mendapat kesempatan bertugas di MotoGP Mandalika bahkan telah dipercaya untuk terlibat dalam berbagai ajang balap internasional.
"MotoGP Mandalika mulai melahirkan tenaga-tenaga lokal dengan pengalaman internasional. Sejumlah marshal asal Lombok yang awalnya mendapat kesempatan bertugas di MotoGP Mandalika kini dipercaya terlibat dalam ajang balap internasional di luar Indonesia," ujar Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dilansir dari Antara, Rabu, 7 Oktober 2026.
Empat marshal tersebut, yakni Vincent Wijaya dari Kota Mataram dan tiga marshal yang sama-sama berasal dari Lombok Tengah, yakni Samsuri Ramdan, Doni Indrawan, dan Irdiansyah Yusuf.
Iqbal meminta para marshal menceritakan pengalaman mereka bertugas di Mandalika hingga mendapat kesempatan di ajang balap internasional luar negeri. Ia juga ingin mengetahui bagaimana pengalaman tersebut membentuk kemampuan mereka dengan standar internasional.
Bagi Iqbal, perjalanan para marshal itu menunjukkan berkembangnya peran masyarakat lokal sejak Mandalika rutin menggelar ajang internasional. Pengalaman dan kemampuan yang terus bertambah membuat mereka mendapat kepercayaan untuk mengambil peran lebih besar.
"Dulu, untuk ngecat sirkuit itu harus dikerjakan bule-bule. Sekarang 100 persen orang lokal. Dulu marshal asli Lombok itu minoritas. Sekarang setelah diberi kesempatan, mereka bahkan dipakai di sirkuit lain, di ajang internasional lainnya," ungkap Iqbal.
Vincent misalnya, setelah bertugas di MotoGP Mandalika, mendapat kesempatan menjadi marshal di Sirkuit Sepang. Ia juga dipercaya terlibat dalam ajang Formula E di Jakarta.
"Ketika mendapatkan ruang, kepercayaan dan pengalaman, masyarakat NTB mampu bekerja dengan standar yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan event internasional," ujarnya.
Hal serupa terjadi pada volunteer yang juga ditemui Lalu Iqbal. Untuk kali pertama, para volunteer kini 100 persen berasal dari anak-anak muda NTB.
"Saya bangga melihat teman-teman yang percaya diri. Mau tampil. Dan bisa berbahasa Inggris. Pesan saya, hospitality itu berawal dari senyum. Jadi pastikan kalian selalu tersenyum," tuturnya.

MotoGP ilustrasi. Dok MotoGP.
Iqbal menegaskan manfaat MotoGP Mandalika tidak boleh hanya dihitung dari jumlah penonton, tingkat hunian hotel maupun transaksi ekonomi yang terjadi selama beberapa hari penyelenggaraan.
Event kelas dunia juga harus menjadi ajang transfer pengetahuan bagi talenta lokal agar pengetahuan dan kemampuan yang didapatkan bisa terus dimanfaatkan masyarakat setelah balapan selesai.
"MotoGP bukan hanya keramaian lalu pergi. Ukuran manfaat MotoGP jangan hanya jumlah penonton, hotel penuh, atau transaksi selama beberapa hari. Tapi juga pengalaman, disiplin kerja, jejaring, dan standar internasional yang dimiliki masyarakat NTB," jelasnya.
Chairman MotoGP 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC (Injourney Tourism Development Corporation) Troy Reza Warokka mengatakan, besarnya keterlibatan SDM lokal tidak terlepas dari dukungan Gubernur NTB. Talenta-talenta lokal tersebut mendapatkan pelatihan agar mampu bekerja dengan standar yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan event internasional.
"Ini bagian dari NTB Mendunia. Melalui dukungan Pak Gubernur, SDM kita berikan pelatihan dan training agar memiliki standar internasional. Untuk sekarang sudah 100 persen volunteer dan marshall dari NTB. Terima kasih atas dukungan Pak Gubernur," kata Troy.