Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Pecut Industrialisasi, 800 Perusahaan BUMN Bakal Dilepas ke Swasta
Husen Miftahudin • 8 October 2026 11:43
Jakarta: Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan pemerintah mendorong peran sektor swasta dalam transformasi ekonomi dan percepatan industrialisasi. Salah satu langkahnya dengan melakukan penataan jumlah badan usaha milik negara (BUMN).
Dony mengatakan jumlah BUMN akan dikurangi dari 1.074 menjadi sekitar 200 perusahaan. Menurut dia, lebih dari 800 BUMN akan ditutup, sementara sektor usaha yang tidak menjadi bisnis inti akan diberikan kepada swasta.
"Dalam rangka mendorong peran swasta yang lebih banyak, kita memotong BUMN-BUMN kita dari 1.074 yang kita harapkan tahun ini tinggal 200 BUMN saja. Lebih dari 800 BUMN yang kita tutup dan sektor-sektor yang tidak menjadi core kita, kita berikan kepada swasta," kata Dony dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Baca Juga :
Dony Oskaria Sebut Program Unggulan Pemerintah Dibiayai Efisiensi Anggaran, Bukan Utang Baru
"Ini dalam rangka komitmen harus ada sinergi, tidak mungkin itu dibebankan seluruhnya kepada apakah itu Danantara maupun pemerintah. Peran sektor swasta harus kita dorong semaksimal mungkin," ujar dia.
Dony mengatakan Danantara telah menjalin kolaborasi dengan sejumlah perusahaan swasta untuk mendorong percepatan industrialisasi. "Karena itu Danantara banyak berkolaborasi dengan beberapa perusahaan-perusahaan swasta untuk mendorong terjadinya percepatan industrialisasi kita," jelasnya.

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga
Genjot penciptaan lapangan kerja
Salah satu sektor yang disebut Dony ialah industri tekstil. Menurut dia, Danantara akan mulai membangun industri tekstil untuk mendorong penciptaan lapangan kerja."Beberapa contoh seperti tekstil kita akan masuk, Danantara akan mulai membangun industri tekstil kita. Karena tekstil ini membuka lapangan pekerjaan yang banyak, tapi kita tidak menutup kemungkinan berkolaborasi dengan swasta untuk mendorong ini," tuturnya.
Dony mengatakan upaya tersebut juga didukung pemerintah melalui deregulasi dan sejumlah kebijakan. Dony mencontohkan kebijakan impor barang bekas di industri tekstil. Menurut dia, kebijakan post-border yang diterapkan terhadap impor tersebut akan ditinjau pemerintah untuk mendukung industri dalam negeri.
"Ini juga dibantu dan didorong pemerintah dengan deregulasi, termasuk di dalamnya beberapa kebijakan. Contoh di industri tekstil kita, impor barang bekas yang kita lakukan kebijakan post-border, ini akan direview oleh pemerintah supaya industri dalam negeri menjadi lebih baik," katanya.
Dony mengatakan pemerintah menyadari terdapat industri dalam negeri yang terdampak akibat kebijakan impor yang dinilai terlalu longgar. "Kita menyadari banyak industri kita yang mati karena impornya terlalu dibebaskan. Akibatnya kita tidak kompetitif," tutur dia.