Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober mengingatkan bangsa Indonesia akan ikrar bersejarah yang diikrarkan pada 1928. (Dok.Istimewa)
Isi Teks Sumpah Pemuda, Lengkap dengan Makna dan Sejarahnya
Putri Purnama Sari • 28 October 2026 09:32
Jakarta: Hari ini, Rabu, 28 Oktober 2026, bangsa Indonesia merayakan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Momentum ini diperingati untuk mengenang lahirnya ikrar kebangsaan dalam Kongres Pemuda II pada 1928.
Ikrar bersejarah ini menegaskan tekad para pemuda Indonesia untuk memiliki satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.
Teks Sumpah Pemuda terdiri atas tiga butir ikrar yang hingga kini menjadi simbol persatuan bangsa. Berikut isi teks Sumpah Pemuda, makna setiap ikrar, serta sejarah singkat lahirnya peristiwa tersebut.
Isi Teks Sumpah Pemuda
Berikut isi teks Sumpah Pemuda dalam ejaan bahasa Indonesia yang digunakan saat ini, sebagaimana tercantum dalam sumber resmi Museum Sumpah Pemuda.Kami putra dan putri Indonesia,
mengaku bertumpah darah yang satu,
tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia,
mengaku berbangsa yang satu,
bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia,
menjunjung bahasa persatuan,
bahasa Indonesia.
Ketiga ikrar tersebut mencerminkan tekad para pemuda dari berbagai daerah untuk mengesampingkan perbedaan demi mewujudkan persatuan dan identitas kebangsaan Indonesia.
Makna Teks Sumpah Pemuda
1. Satu Tanah Air, Tanah IndonesiaIkrar pertama menegaskan bahwa seluruh pemuda Indonesia memiliki tanah air yang sama, yaitu Indonesia. Perbedaan daerah asal, suku, dan budaya tidak mengubah kenyataan bahwa seluruh masyarakat merupakan bagian dari satu tanah air.
Makna ini mengajak masyarakat untuk mencintai Indonesia, menjaga lingkungan dan kekayaan budaya, serta mempertahankan keutuhan wilayah negara.
2. Satu Bangsa, Bangsa Indonesia
Ikrar kedua menegaskan identitas bersama sebagai bangsa Indonesia. Masyarakat memiliki beragam latar belakang, tetapi tetap menjadi bagian dari satu bangsa.
Semangat ini menjadi pengingat pentingnya menjaga toleransi, menghargai perbedaan, dan menghindari tindakan yang dapat memecah belah persatuan.
3. Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia
Ikrar ketiga menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi yang menghubungkan masyarakat dari berbagai daerah.
Menjunjung bahasa Indonesia bukan berarti meninggalkan bahasa daerah. Keduanya dapat berjalan berdampingan sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Sejarah Singkat Lahirnya Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda lahir melalui Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27–28 Oktober 1928 di Batavia, yang kini bernama Jakarta. Kongres tersebut menjadi bagian penting dari perjuangan pemuda untuk memperkuat persatuan dan kesadaran kebangsaan.Kongres Pemuda II digagas oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) dan melibatkan berbagai organisasi pemuda dari sejumlah daerah. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para pemuda untuk membicarakan cita-cita persatuan di tengah keberagaman latar belakang.
Pada rapat penutupan, 28 Oktober 1928, hasil putusan kongres dibacakan oleh Ketua Kongres Pemuda II, Soegondo Djojopoespito. Sebelumnya, lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman diperdengarkan dengan iringan biola.
Putusan kongres tersebut kemudian dikenal luas sebagai Sumpah Pemuda. Ikrar itu menjadi tonggak penting dalam perkembangan gerakan nasional Indonesia karena menegaskan identitas bersama sebagai satu bangsa.