Youth Circularity Camp 2026, kegiatan yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama UNDP Indonesia selama tiga hari di Budi Luhur University. Dokumentasi/ istimewa.
Generasi Muda Diajak Merancang Solusi Sampah dari Lingkungan Sekolah
Deny Irwanto • 2 November 2026 22:47
Jakarta: Sampah yang menumpuk di lingkungan sekolah dapat menjadi titik awal bagi lahirnya gagasan baru. Melalui inovasi daur ulang dan ekonomi sirkular, siswa diajak melihat sampah bukan hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai bahan untuk menciptakan solusi yang bermanfaat.
Gagasan itu menjadi bagian dari Youth Circularity Camp 2026, kegiatan yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama UNDP Indonesia selama tiga hari di Budi Luhur University, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diikuti 125 siswa dan 50 guru dari 25 SMA dan sekolah sederajat di Jakarta.
Selama kegiatan, peserta mengikuti pembelajaran, pameran inovasi, dan tantangan kreativitas untuk mengidentifikasi persoalan sampah di sekolah serta merancang solusi yang dapat diterapkan. Sebanyak 10 organisasi dan pelaku usaha turut memperkenalkan praktik daur ulang, penggunaan kembali barang, pengolahan barang bekas menjadi produk baru, hingga layanan pengumpulan sampah.
"Solusi tidak harus canggih atau menggunakan teknologi tinggi. Yang terpenting adalah menemukan solusi untuk tantangan sehari-hari," kata Sujala dalam keterangan dikutip, Senin, 2 November 2026.
Dalam tantangan inovasi, para siswa bekerja dalam kelompok untuk menyusun proposal kegiatan dan kampanye edukasi pengelolaan sampah. Gagasan tersebut kemudian diperlombakan. Sekolah peserta juga menyampaikan deklarasi bersama sebagai komitmen untuk memperkuat praktik pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
.jpeg)
Youth Circularity Camp 2026, kegiatan yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama UNDP Indonesia selama tiga hari di Budi Luhur University. Dokumentasi/ istimewa.
Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan KLH, Erik Teguh, mengatakan inovasi generasi muda perlu diarahkan agar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Inovasi ini harus bisa berkembang menjadi kegiatan di masyarakat, bahkan menjadi peluang usaha atau startup bagi anak-anak muda," jelas Erik.
KLH mendorong penguatan program lingkungan melalui Pusat Generasi Lingkungan, termasuk Adiwiyata. Kolaborasi dengan pelaku usaha juga diharapkan dapat membantu penerapan ekonomi sirkular di sekolah.
Youth Circularity Camp 2026 merupakan bagian dari Plastics Circularity Project UNDP Indonesia yang berkolaborasi dengan The Coca-Cola Foundation. Program ini dilaksanakan di enam kota, yakni Jakarta, Medan, Banjarmasin, Buleleng, Makassar, dan Labuan Bajo, dengan harapan praktik pengelolaan sampah berbasis sekolah dapat diterapkan lebih luas.
Kepala Humas Budi Luhur University, Julaiha Probo Anggraini, mengatakan generasi muda memiliki peran dalam mengembangkan solusi lingkungan yang berkelanjutan.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap 125 siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengubah persoalan sampah menjadi inovasi bernilai ekonomi serta menerapkannya di sekolah masing-masing," ujar Julaiha.