Ilustrasi sampah. Foto: Unsplash.com/Sebastian Latorre.
Kepulauan Seribu Kembangkan Kawasan Wisata Bebas Sampah
Fachri Audhia Hafiez • 1 November 2026 21:47
Jakarta: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, terus mengembangkan kawasan wisata bebas sampah. Langkah ini melalui pemilahan dan pengolahan dari tingkat rumah tangga serta pemulihan ekosistem laut.
“Sampah tidak lagi dipandang semata-mata sebagai beban yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah dan dimanfaatkan kembali,” kata Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 1 November 2026.
Fadjar menjelaskan terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian dalam pembangunan lingkungan hidup berkelanjutan di Kepulauan Seribu. Yaitu, pariwisata bebas sampah, pengembangan ekosistem bahari, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pada aspek pariwisata bebas sampah, implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 telah mendorong 100 persen rumah tangga melakukan pemilahan sampah. Pemkab juga mengembangkan dua pulau menuju konsep zero waste, yakni Pulau Pramuka dan Pulau Bidadari, untuk menciptakan kawasan wisata yang bersih dan nyaman.
Sementara pada aspek ekosistem bahari, pemulihan dilakukan melalui perbaikan serta transplantasi terumbu karang dan lamun, hingga pemanfaatan bambu sebagai rumah ikan untuk memulihkan habitat biota laut.
Untuk aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat, warga dilibatkan aktif dalam rantai ekonomi sirkular. Sampah residu plastik, tekstil, dan popok bayi diolah kembali, sedangkan sampah organik dimanfaatkan menjadi pupuk cair, pupuk padat, hingga briket biomassa untuk energi alternatif.
Fadjar menambahkan, melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, pengelolaan lingkungan tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga pelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan warga.
"Dengan menjadikan Pulau Pramuka sebagai percontohan Pulauku Nol Sampah diharapkan menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari tingkat rumah tangga hingga kawasan wisata, sehingga Pulau Pramuka dapat menginspirasi pulau-pulau lainnya di Kepulauan Seribu untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan," ujar Fadjar.
.jpg)
Ilustrasi daur ulang sampah. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Sebelumnya, Kepulauan Seribu resmi tidak lagi mengirimkan sampah ke TPST Bantargebang sejak 1 Agustus 2026. Sebagai komitmen mewujudkan lingkungan yang bersih dan lestari, Pulau Pramuka ditetapkan sebagai wilayah percontohan utama.
“Pulau berpenduduk yang dijadikan percontohan dalam penerapan program ini adalah Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara,” ucap Fadjar.