UMKM mitra binaan PTBA memamerkan produk kain tradisional di booth Danantara Indonesia pada ajang INACRAFT 2026. (dok. PTBA)
Dorong Kemandirian Ekonomi, PTBA Bawa Produk UMKM Mitra Binaan ke INACRAFT 2026
Patrick Pinaria • 27 October 2026 22:15
Jakarta: PT Bukit Asam (PTBA) terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mitra binaan dengan memperkenalkan produk kerajinan lokal ke pasar yang lebih luas. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui partisipasi dalam The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada 9 Oktober 2026.
Dalam pameran tersebut, PTBA yang merupakan anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID membawa tiga produk unggulan UMKM mitra binaan, yakni Tapis Pringsewu dari Lampung, Batik Kujur dari Tanjung Enim, Sumatera Selatan, serta Songket Silungkang dari Sumatera Barat.
Keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kerajinan lokal kepada lebih banyak konsumen, memperluas akses pasar, sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis bagi para pelaku UMKM.
Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan menyampaikan pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan menciptakan manfaat berkelanjutan.
"PTBA berkomitmen mendampingi UMKM mitra binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing. Melalui INACRAFT 2026, kami membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan menjaga warisan budaya Indonesia," jelasnya.
Bambang berharap dukungan tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha, penciptaan peluang kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemberdayaan UMKM juga diharapkan menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal dan menggerakkan ekonomi daerah.
Mengangkat keunikan produk lokal
Partisipasi dalam INACRAFT 2026 turut memberikan ruang bagi setiap UMKM mitra binaan untuk memperkenalkan karakteristik produk dan budaya daerah masing-masing.Owner Putra Tapis Pringsewu, Tanti, mengungkapkan dukungan PTBA dalam pameran INACRAFT memberinya kesempatan untuk memperkenalkan kain tapis Lampung kepada pasar yang lebih luas dan membuka peluang pelanggan baru.
Sementara itu, Owner Batik Kujur Kenanga, Yusmala Dewi, menilai keikutsertaan dalam pameran ini turut memperkuat upaya memperkenalkan batik khas Tanjung Enim yang mengangkat identitas budaya setempat. Sebab menurutnya, Batik Kujur memiliki karakter dan cerita yang berakar pada kearifan lokal.
Adapun Owner Songket Silungkang (Mojao Art), Arindha Sukma, menyampaikan keikutsertaannya ini menjadi peluang untuk memperkenalkan kualitas dan keindahan Songket Silungkang kepada lebih banyak konsumen. Ia berharap minat terhadap produk ini terus meningkat, sehingga keterampilan menenun yang diwariskan antargenerasi tetap terjaga.