Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto (tengah) didampingi Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana (kanan) dan Kabid Propam Kombes Pol. Dodik Susianto (kiri) saat konferensi pers kasus pelaku tawuran tertembak saat pembubaran oleh poli
Remaja di Makassar Tewas Tertembak saat Tawuran, Lima Polisi Diperiksa
Whisnu Mardiansyah • 28 September 2026 08:54
Makassar: Lima anggota Polsek Tallo menjalani pemeriksaan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan. Pemeriksaan terkait tewasnya seorang pemuda bernama Rafli Ramadhani alias Pingky, 19, usai tawuran antarkelompok di Jalan Kandea III, Bunga Ejaya Beru, Makassar.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami tindakan personel saat membubarkan tawuran, termasuk memastikan pelaksanaan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan pemeriksaan terhadap lima personel tersebut dilakukan oleh Bidang Propam Polda Sulsel.
"Saya sampaikan ini ada Pak Kabid Humas Polda Sulsel, dan pak Kabid Propam juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap anggota-anggotanya yang tadi diduga melakukan tindak tersebut," kata Arya di Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, seperti dilansir Antara, Minggu, 27 September 2026.
Arya mengatakan pemeriksaan masih berlangsung untuk mengetahui apakah personel yang bertugas telah menjalankan prosedur saat menangani tawuran. Ia meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan sebelum menarik kesimpulan mengenai tindakan anggota kepolisian.
"Nanti dari hasil tersebut akan kita umumkan, apakah menyalahi SOP atau tidak. Namanya masih penyelidikan harap bersabar," ucapnya.
Propam Dalami Penggunaan Senjata Api
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan tindak lanjut terhadap lima personel telah dilakukan. Selain Propam, pemeriksaan juga melibatkan Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda).
Pemeriksaan diarahkan untuk mengetahui personel yang bertugas, tindakan yang dilakukan, senjata yang digunakan, serta kesesuaian tindakan dengan SOP.
"Nanti dari hasil pemeriksaan (diketahui). Tapi, kita masih lakukan pemeriksaan semua, anggota tadi malam yang melaksanakan tugas masih dalam pemeriksaan semua," tuturnya.
Didik mengatakan penyidik turut mendalami pelaksanaan tembakan peringatan dalam proses pembubaran tawuran. Pemeriksaan juga mencakup identitas personel yang memberikan peringatan, senjata yang digunakan, serta jenis proyektil yang ditemukan.
"Berapa orang yang memberikan peringatan, senjatanya siapa, proyektil jenis apa, nanti akan keluar hasil dari penyidikan, termasuk hasil Labfor akan kita tunggu," katanya merespons pertanyaan wartawan.
Terkait penggunaan senjata api oleh personel kepolisian dalam situasi pembubaran tawuran, Didik mengatakan aspek tersebut juga masih menjadi bagian dari pemeriksaan. Hasil pemeriksaan nantinya akan menentukan kesesuaian tindakan personel dengan SOP.
Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr. Muhammad Haris mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah Rafli. Pemeriksaan dalam atau autopsi dilakukan dengan persetujuan keluarga korban.
"Kita dapatkan di punggung belakang ada luka. Kemudian pada pemeriksaan selanjutnya ada luka keluar yang menyerupai luka tembak, dari daerah punggung luar kiri keluar di lengan kanan,” tuturnya.
Temuan luka tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian korban. Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dalam proses penyelidikan.
.jpg)
Ilustrasi tawuran. Medcom
Kronologi Tawuran
Tawuran antarpemuda dari wilayah Kandea III dan Bunga Ejaya Beru terjadi di sekitar kanal Masjid Al Markaz pada Minggu sekitar pukul 02.50 Wita.
Lima personel Polsek Tallo yang dipimpin Ipda Azharirir kemudian mendatangi lokasi. Saat itu, sekitar seratus orang terlibat aksi saling serang menggunakan batu, busur, dan anak panah.
Kapolrestabes Makassar Arya Perdana mengatakan personel kepolisian berupaya membubarkan massa. Dalam proses tersebut, personel disebut memberikan tembakan peringatan setelah mendapat serangan menggunakan batu dan anak panah.
Tawuran akhirnya dapat dibubarkan. Namun, sekitar pukul 04.50 WITA, polisi memperoleh informasi mengenai seorang pemuda yang diduga terkena tembakan.
Rafli kemudian dibawa ke Rumah Sakit TNI AU Jala Ammari untuk mendapatkan pertolongan medis. Kapolsek Tallo AKP Asfada yang mendapat informasi tersebut mendatangi rumah sakit.
Korban selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Namun, nyawa Rafli tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia.
Kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap personel yang bertugas serta menunggu hasil pemeriksaan forensik dan Laboratorium Forensik (Labfor) untuk mengungkap rangkaian kejadian dan penyebab kematian korban.