Pasukan Yaman mengklaim telah melancarkan 356 operasi terhadap Houthi pada Senin, 28 September 2026. (Anadolu Agency)
Pasukan Yaman Lancarkan Serangan di 10 Front, Klaim Tewaskan 476 Milisi Houthi
Muhammad Reyhansyah • 29 September 2026 12:42
Aden: Kementerian Pertahanan Yaman telah melakukan 356 operasi terhadap target Houthi dalam 24 jam terakhir, dan mengklaim operasi tersebut menewaskan atau melukai 476 milisi kelompok pemberontak tersebut.
Pernyataan disampaikan juru bicara angkatan bersenjata Yaman Kolonel Majid al-Nuzaili melalui akun X, Senin, 28 September 2026.
“Pasukan pemerintah melakukan 356 serangan presisi dalam 24 jam terakhir terhadap bala bantuan dan kemampuan militer milik milisi Houthi,” kata al-Nuzaili, dikutip dari Anadolu.
“Operasi berlangsung di 10 front yang membentang dari wilayah paling utara hingga pesisir barat, selatan, dan tengah Yaman,” lanjutnya.
Wilayah yang menjadi lokasi operasi meliputi pesisir barat; Haradh dan al-Tuwal di barat laut Provinsi Hajjah; Kitaf, al-Baqa, dan Alb di utara Provinsi Saada; Al-Jawf bagian timur laut; Marib bagian timur; Lahj bagian selatan; Taiz bagian barat daya; serta Al-Bayda bagian tengah.
Operasi tersebut “menyebabkan 476 anggota milisi tewas atau terluka” serta menghancurkan pusat komando dan kendali, gudang senjata, dan artileri lapangan.
Pasukan pemerintah juga disebut menghancurkan atau merusak sejumlah kendaraan militer milik kelompok tersebut.
Kementerian Pertahanan Yaman menuduh Houthi menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia dengan mengubah sekolah menjadi pusat komando, gudang senjata, dan tempat penyimpanan pasokan militer.
Houthi belum memberikan komentar langsung terkait pernyataan kementerian tersebut.
Yaman telah dilanda konflik sejak Houthi merebut Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014. Kondisi tersebut mendorong koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Pertempuran meningkat pada September setelah Houthi menguasai sejumlah wilayah penting di Provinsi Al-Hudaydah dan Taiz, termasuk kota strategis Mokha, serta mencapai Pulau Mayyun yang menghadap Selat Bab el-Mandeb.
Baca juga: Konflik Yaman Kembali Memanas, Hampir 16 Ribu Orang Mengungsi dalam Sepekan