Warga Demak Diajak Rawat Silaturahmi dan Pengabdian

Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN) menggelar kegiatan Maulid Nabi di Masjid Istiqlal. Istimewa

Warga Demak Diajak Rawat Silaturahmi dan Pengabdian

Arga Sumantri • 27 September 2026 15:23

Jakarta: Ketua Umum Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN) Fathan Subchi mengajak seluruh keluarga besar masyarakat Demak yang tergabung dalam PDBN terus menjaga silaturahmi. Selain itu, menghormati para sesepuh, serta melanjutkan semangat pengabdian dan perjuangan generasi terdahulu.

Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Aula Ar-Rozak, Masjid Istiqlal, Jakarta. Fathan menekankan pentingnya peran para senior dan sesepuh dalam perjalanan organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.

"Semoga apa yang kita lakukan memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari pengabdian kita bersama," ujar Fathan dalam keterangan tertulis, Minggu, 27 September 2026.

Menurut dia perjuangan tidak dapat dilakukan seorang diri, melainkan membutuhkan keteladanan dan pengalaman dari orang-orang yang telah lebih dahulu berjuang.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengapresiasi Sekretaris Jenderal BPK Syamsuddin yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut, Syamsuddin sebagai sosok yang memiliki kepedulian dan komitmen dalam membantu, serta membangun kebersamaan khususnya untuk Demak.

Fathan juga mengenang salah satu sesepuh PDBN, Almarhum Ahmad Sutarmadi. Pendiri sekaligus penggiat PDBN itu selalu aktif dalam berbagai kegiatan.

"Walaupun beliau sudah sepuh, semangat perjuangannya tidak pernah surut," ujar Fathan.

Ia mengatakan, semangat perjuangan dan pengabdian yang telah ditanamkan para senior harus terus diteruskan oleh generasi berikutnya.

"Saya sendiri sejak dulu banyak belajar dari para senior. Kita sebagai aktivis tentu memahami bahwa perjuangan tidak bisa dilakukan sendirian. Kita membutuhkan senior, membutuhkan teladan dan membutuhkan orang-orang yang lebih dahulu berjuang untuk menjadi tempat belajar,” katanya.

Fathan mengaku bertekad meneruskan perjuangan Sutarmadi. Menurut dia, nilai-nilai perjuangan, kepedulian dan pengabdian tersebut merupakan bagian penting yang harus terus dijaga oleh keluarga besar PDBN.

"Mudah-mudahan silaturahmi dan semangat perjuangan yang selama ini dibangun oleh para senior dapat terus kita jaga dan kita lanjutkan bersama," ujarnya.

Ia berharap, kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan dan memperkuat komitmen untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN) menggelar kegiatan Maulid Nabi di Masjid Istiqlal. Istimewa

Jangan Lupakan Daerah Asal

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Musahadi, mengajak masyarakat Demak yang berada di berbagai daerah untuk tetap menjaga ikatan dengan daerah asal. Menurut Musahadi, masyarakat Demak yang telah berdiaspora ke berbagai daerah hendaknya tidak melupakan akar dan identitas daerahnya.

"Orang Demak itu, insya Allah, di mana pun berada, tetap menjadi orang Demak. Kalau ada orang Demak kemudian berdiaspora ke mana-mana, jangan sampai karena sudah ke mana-mana lalu melupakan Demak," kata Musahadi.

Musahadi mengajak keluarga besar PDBN untuk terus menjadikan akhlak dan kemaslahatan sebagai bagian dari pengabdian. Pria kelahiran Betahwalang, Demak itu juga berharap seluruh anggota PDBN dapat menjadi pribadi yang memiliki ilmu sekaligus akhlak yang baik.

"Semoga kita dicatat oleh Allah SWT sebagai hamba-hamba Allah yang bisa ber-akhlakul karimah, yang memiliki ilmu tetapi juga memiliki akhlakul karimah," ungkap Musahadi.

Ia turut memperkenalkan perkembangan UIN Walisongo. Ia menyampaikan UIN Walisongo Semarang kini telah memiliki Fakultas Kedokteran dan terus mengembangkan program akademiknya.

"Kita juga insya Allah semakin membangun. Kita mengajukan akreditasi 38 program studi. Kita ajukan untuk akreditasi internasional yang bermarkas di Jerman," ungkap Musahadi.

(Arga Sumantri)