Kolaborasi Lintas Generasi di Jawa Barat Dinilai Mampu Jawab Tantangan Zaman

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PB MA), KH Jazuli Juwaini. Istimewa

Kolaborasi Lintas Generasi di Jawa Barat Dinilai Mampu Jawab Tantangan Zaman

Whisnu Mardiansyah • 24 September 2026 23:33

Bandung: Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar, KH Jazuli Juwaini, meminta jajaran kader Mathla’ul Anwar di Jawa Barat memperkuat peran dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa serta umat. Konsolidasi organisasi dan kolaborasi lintas generasi dinilai penting untuk menggerakkan kader dalam menjawab berbagai tantangan zaman.

“Kepengurusan yang menggabungkan generasi muda dan generasi senior merupakan kekuatan. Di Jawa Barat, kombinasi ini menjadi modal penting untuk membawa organisasi bergerak lebih maju,” ujar kata Jazuli dalam Pelantikan dan Rapat Kerja PW Mathla’ul Anwar Jawa Barat Masa Khidmat 2026–2031 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu, 23 September 2026.

Menurut Jazuli, perpaduan lintas generasi perlu diikuti pembagian peran, kolaborasi, dan pelaksanaan program yang terarah. Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengambil bagian dalam tugas-tugas organisasi.

“Rasulullah SAW memberikan kepercayaan kepada generasi muda untuk menjalankan tugas-tugas penting. Ini menjadi pelajaran bahwa generasi muda harus diberikan ruang untuk berkontribusi dan mengembangkan potensi,” jelasnya.

PB Mathla’ul Anwar akan memberikan arahan dan panduan terhadap program yang telah disusun. Sementara PW, Pengurus Daerah (PD), dan Pengurus Cabang (PC) memiliki peran dalam mengarahkan serta menjalankan program di wilayah masing-masing.

Jazuli juga mengingatkan perjalanan Mathla’ul Anwar yang telah berlangsung lebih dari satu abad. Evaluasi, introspeksi, dan pembenahan organisasi dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kader dan pengurus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

“Mathla’ul Anwar adalah organisasi yang sudah berusia lebih dari satu abad. Kita harus terus melakukan evaluasi, introspeksi, dan pembenahan diri agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
 


Kader Diminta Perluas Kontribusi

Jazuli turut menyampaikan perkembangan jaringan Mathla’ul Anwar di dalam dan luar negeri. Organisasi tersebut terus mengembangkan jaringan hingga Thailand, Malaysia, dan Belanda.

Pengembangan jaringan juga diarahkan ke sejumlah negara lain seperti Turki, Belgia, dan Mesir. Di dalam negeri, Mathla’ul Anwar berupaya memperluas jaringan hingga Papua, termasuk Papua Barat dan Papua Barat Daya, serta memperkuat jaringan di Yogyakarta.

“Alhamdulillah, dengan tekad dan semangat yang kuat, Mathla’ul Anwar terus mengembangkan jaringan hingga ke luar negeri. Ini harus menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk memperluas manfaat organisasi,” ungkapnya.

Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penguatan organisasi. Menurut Jazuli, perpaduan generasi muda dan senior dalam kepengurusan dapat menjadi modal untuk memperluas peran Mathla’ul Anwar sekaligus meningkatkan manfaat organisasi bagi masyarakat.

Selain konsolidasi, Jazuli mendorong kader Mathla’ul Anwar memperkuat kontribusi melalui bidang pendidikan. Peningkatan kualitas madrasah dan lembaga pendidikan dinilai dapat mendukung penguatan organisasi sekaligus memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

“Perkuat kolaborasi, terutama di bidang pendidikan. Jika madrasah dan lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar berkualitas, maka kualitas organisasi dan kontribusi Mathla’ul Anwar secara keseluruhan akan ikut terangkat,” tegasnya.


Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PB MA), KH Jazuli Juwaini.


Jazuli juga menyoroti peran Muslimat Mathla’ul Anwar (MUSMA) dalam membangun ketahanan keluarga. Ia mendorong MUSMA menyiapkan modul parenting dan pernikahan serta pelatihan pranikah bagi calon ayah dan calon ibu.

“Muslimat Mathla’ul Anwar perlu mengambil peran dalam menyiapkan modul parenting dan pernikahan, termasuk pelatihan pranikah bagi calon ayah dan calon ibu. Kualitas keluarga menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun umat,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jazuli turut menyampaikan sikap Mathla’ul Anwar dalam menjaga nilai-nilai agama dan penolakannya terhadap LGBT. Ia menekankan pentingnya edukasi dan solusi kepada masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial tersebut.

Jazuli meminta seluruh kader menjaga ukhuwah internal dan menghindari berbagai tindakan yang dapat memecah persatuan organisasi. Ia secara khusus mengingatkan kader tidak menggunakan ruang organisasi untuk menyebarkan hoaks maupun mengadu domba.

“Tidak boleh ada lagi warga Mathla’ul Anwar yang justru menggunakan ruang organisasi untuk menyebarkan hoaks, mengadu domba, atau memecah belah sesama,” katanya.

Selain memperkuat hubungan internal, Mathla’ul Anwar didorong meningkatkan hubungan antarorganisasi kemasyarakatan dan antarumat Islam. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat persatuan umat dan bangsa.

Menutup arahannya, Jazuli mengajak seluruh jajaran PW Mathla’ul Anwar dan PW Muslimat Mathla’ul Anwar Jawa Barat mengedepankan semangat pengabdian. Kader diminta tidak menjadikan organisasi hanya sebagai tempat mendapatkan manfaat, tetapi juga sebagai ruang untuk memberikan kontribusi.

“Dalam Mathla’ul Anwar, jangan berpikir ‘apa yang saya dapatkan dari Mathla’ul Anwar’, tetapi harus lebih banyak berpikir ‘apa yang bisa saya berikan untuk Mathla’ul Anwar’,” pesannya.

Ia juga meminta seluruh pengurus terus bekerja, bergerak, dan berbuat agar organisasi semakin aktif, inovatif, dan atraktif.

“Mari terus bergerak, bekerja, dan berkhidmah. Jangan hanya menjadi bagian dari sejarah Mathla’ul Anwar, tetapi mari bersama-sama menulis sejarah baru Mathla’ul Anwar untuk umat, bangsa, dan negara,” tutupnya.

(Whisnu M)