Mathla’ul Anwar Jateng Siapkan Kader Jadi Penggerak Pendidikan

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PB MA), KH Jazuli Juwaini.

Mathla’ul Anwar Jateng Siapkan Kader Jadi Penggerak Pendidikan

Whisnu Mardiansyah • 14 September 2026 15:11

Semarang: Penguatan kader menjadi salah satu agenda penting Mathla’ul Anwar Jawa Tengah dalam menjalankan kepengurusan periode 2026–2031. Kaderisasi dinilai perlu diarahkan untuk memperbesar kontribusi organisasi, terutama di bidang pendidikan.

Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Mathla’ul Anwar Jawa Tengah yang digelar di Semarang pada 12–13 September 2026. Dalam forum tersebut, Muh Haris, terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah (PW) Mathla’ul Anwar Jawa Tengah masa khidmat 2026–2031.

Muswil tidak hanya menetapkan kepengurusan baru, tetapi juga mengesahkan program kerja dan sejumlah agenda strategis organisasi untuk lima tahun mendatang. 

Kaderisasi untuk Memperkuat Pendidikan

Dalam arahannya, ketua Umum Mathlaul Anwar KH Jazuli Juwaini menekankan perlunya kepengurusan baru melakukan pembenahan organisasi secara menyeluruh. Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah kaderisasi sebagai fondasi keberlanjutan Mathla’ul Anwar dalam menjalankan risalah di tengah masyarakat.

“Di bawah kepengurusan baru, kita berharap Mathla’ul Anwar Jawa Tengah bisa melakukan lompatan-lompatan dalam penataan organisasi, kaderisasi, penataan aset, dan perluasan syiar dakwah Mathla’ul Anwar di wilayah,” ujar Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulisnya, Senin, 14 September 2026.

Kaderisasi yang kuat diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang siap mengelola organisasi sekaligus memperkuat peran Mathla’ul Anwar dalam bidang pendidikan.

Penguatan tersebut mencakup kesinambungan kepemimpinan, peningkatan kapasitas pengurus, serta pengembangan kontribusi organisasi di berbagai wilayah Jawa Tengah.
 


Jazuli juga menekankan pentingnya melengkapi struktur organisasi melalui pemenuhan kepengurusan Pimpinan Daerah (PD) Mathla’ul Anwar di seluruh Jawa Tengah. Struktur yang tertata dinilai penting untuk memastikan program organisasi berjalan secara terarah dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Menurut Jazuli, soliditas organisasi menjadi salah satu kunci dalam menjalankan amanah dan memperkuat kontribusi Mathla’ul Anwar. Kekompakan tersebut perlu dibangun melalui kerja yang ikhlas dan istiqamah dalam menjalankan risalah organisasi, khususnya di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.

“Insya Allah kalau ikhlas, solid, dan tertib dalam bekerja, Mathla’ul Anwar menjadi ringan dalam menjalankan amanah. Kita juga akan mendapatkan kemudahan dan keberkahan dalam kehidupan,” tegasnya.

Dalam konteks Jawa Tengah, penguatan kader menjadi bagian penting untuk memastikan Mathla’ul Anwar tetap memiliki tenaga penggerak yang mampu menjalankan program pendidikan secara berkelanjutan. Kader di tingkat wilayah dan daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi, mengembangkan program, serta menjaga kesinambungan pelayanan pendidikan yang menjadi salah satu fokus utama organisasi.

Terpilihnya Muh. Haris sebagai Ketua PW Mathla’ul Anwar Jawa Tengah diharapkan membawa energi baru bagi penguatan organisasi dan peningkatan kiprah Mathla’ul Anwar di wilayah tersebut.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, Mathla’ul Anwar Jawa Tengah diharapkan semakin solid dan tertata. Penguatan kaderisasi juga diharapkan mendorong organisasi memperluas kontribusi dalam bidang pendidikan, dakwah, serta pelayanan sosial kemasyarakatan di seluruh Jawa Tengah.

(Whisnu M)