Foto udara penampakan kawasan Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Jawa Timur. ANTARA/Irfan Sumanjaya/wpa
129 Pendaki di Ranu Kumbolo Dievakuasi ke Ranupani Usai Erupsi Semeru
Lukman Diah Sari • 20 November 2025 11:48
Malang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memastikan 129 pendaki yang berada di Ranu Kumbolo saat terjadinya erupsi Gunung Semeru telah beranjak menuju Ranupani, Kamis, 20 November 2025. Hingga kini, seluruh pendaki di Ranu Kumbolo dipastikan aman.
"Pendakinya 129 orang, kalau total semuanya 187 orang itu termasuk dengan saver, petugas TNBTS, porter, dan Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST). Saat ini mereka sedang perjalanan menuju Ranupani," kata Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha melalui siaran video yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, melansir Antara, Kamis, 20 November 2025.

Suasana perkemahan di Ranukumbolo, Gunung Semeru. Foto: Metrotvnews.com/Miski (Miski)
Dia memastikan semua pendaki beserta pihak-pihak terkait dalam kondisi aman. Mereka tidak terdampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025, lantaran material erupsi bergerak ke arah selatan hingga tenggara.
"Sedangkan posisi Ranu Kumbolo berada di sisi utara," ucap dia.
"Itu perjalanan normal," ujar dia.
Balai Besar TNBTS telah melakukan penutupan pada jalur pendakian di Gunung Semeru setelah terjadinya erupsi. Penutupan jalur pendakian Gunung Semeru tertuang di dalam surat pemberitahuan yang diterbitkan oleh Balai Besar TNBTS per hari ini, dengan Nomor: PG.17/T.8/TU/HMS.01.08/B/11/2025 tentang Penutupan Pendakian Gunung Semeru.
Penutupan itu juga mempertimbangkan rekomendasi bahaya radius dari PVMBG, yaitu delapan kilometer dari puncak dan sektoral 20 kilometer ke arah selatan-tenggara. Penutupan jalur pendakian Gunung Semeru dilakukan sampai kondisi di kawasan tersebut benar-benar dinyatakan aman untuk aktivitas pendakian.